PSMS Medan Terdegradasi dari Liga 1, Edy Rahmayadi Salahkan Wartawan

Edy Rahmayadi yang juga berstatus sebagai Gubernur Sumater Utara tampak pasang badan terhadap pengurus dan manajemen PSMS

PSMS Medan Terdegradasi dari Liga 1, Edy Rahmayadi Salahkan Wartawan
MUHAMMAD ROBBANI/BOLASPORT.COM
Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi pada acara kerja sama PSSI-BRI, Rabu (1/8/2018). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Kegagalan PSMS Medan bertahan di kasta tertinggi kompetisi sepak bola Indonesia akhirnya mendapatkan tanggapan dari Edy Rahmayadi, pembina tim PSMS Medan.

Edy Rahmayadi memastikan, pihaknya akan menggelar evaluasi besar-besaran setelah PSMS Medan harus mengakhiri kompetisi Liga 1 2018 dengan buruk.

Sebagai informasi BolaSporter, PSMS Medan terbenam di dasar klasemen akhir Liga 1 2018 karena hanya mampu meraih 37 poin hasil dari 11 menang, empat imbang, dan 19 kalah dari total 34 laga yang dijalani.

Akibatnya, dengan posisi tersebut otomatis membawa tim berjulukan Ayam Kinantan ini turun kasta ke Liga 2 pada musim depan.

"Introspeksi diri, evaluasi dan perbaiki untuk ke depan. Seluruhnya harus dievaluasi. Yang pertama pemainnya, kedua suporternya," katanya di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan kemarin.

Edy Rahmayadi yang juga berstatus sebagai Gubernur Sumater Utara tampak pasang badan terhadap pengurus dan manajemen PSMS, usai tim berjuluk Ayam Kinantan degradasi ke Liga 2 musim depan.

Kemudian, mantan Pankostrad ini juga menyesalkan sikap seporter yang sudah merugikan tim, bahkan manajemen keuangannya sendiri.

"Untuk suporter, bayangkan bulan ini (Desember) saya harus bayar Rp900 juta karena terkena sanksi. Bayangkan kalau Rp900 juta dibelikan vitamin, bagus itu untuk pemain," katanya.

Edy Rahmayadi menegaskan bahwa yang sangat perlu dievaluasi adalah pemain dan suporter PSMS atas kegagalan klub kebanggaan warga Medan bertahan di Liga 1.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum (Ketum) PSSI ini menyampaikan, bahwa PSMS harus rela turun kasta dari liga teratas di Indonesia, bukan dikarenakan kesalahan dari manajemen.

Lebih lanjut, awak media juga kembali disindir oleh pria berusia 57 tahun ini karena performa tim yang memburuk.

"Bukan salah manajemennya. Salah pengasuhnya, termasuk wartawannya," katanya.

Editor: Ardhi Sanjaya
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved