Pilpres 2019

Dianggap Tak Hargai Pluralisme Karena Tolak Poligami, Farhat Abbas Minta PSI Keluar dari Koalisi

berbeda pandangan soal poligami, Farhat Abbas meminta PSI untuk mengeluarkan PSI dari Koalisi Indonesia Kerja (KIK).

Dianggap Tak Hargai Pluralisme Karena Tolak Poligami, Farhat Abbas Minta PSI Keluar dari Koalisi
Kompas.com
Farhat Abbas usai melaporkan Nikita Mirzani ke Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (16/1/2018).(KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENG) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Farhat Abbas berbeda pandangan soal larangan poligami yang diserukan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie.

Farhat menilai pernyataan Grace dapat merugikan capres petahana Joko Widodo (Jokowi).

"Pernyataan-pernyataan Ketua Umum PSI ini merugikan Jokowi. Jadi seolah-olah nanti Pak Jokowi melarang poligami," ujar Farhat ditemui di Balai Kartini, Semanggi, Jakarta, Senin (17/12/2018).

Artis sekaligus advokat itu beranggapan apa yang diperjuangkan PSI soal pelarangan poligami sama saja dengan tidak menghargai pluralisme di Indonesia.

Dirinya pun berpandangan jika poligami bukanlah kepentingan dari laki-laki.

"Poligami itu sebenarnya kepentingan wanita. Jangan dibalik jangan dipikirin bahwa laki-laki ingin punya istri dua tapi banyak wanita yang mau jadi istri kedua, ketiga dengan alasan ekonomi," kata caleg PKB itu.

Oleh karena itu, dia meminta PSI untuk mengeluarkan PSI dari Koalisi Indonesia Kerja (KIK).

"Kalau masuk ke parlemen merevisi UU perkawinan kalau PSI tidak setuju berarti dia tidak menghargai pluralisme dalam beragama di Indonesia," jelasnya.

"Oleh Karena itu sebagai juru bicara TKN, saya tidak pernah dicopot dan PSI pernah mengatakan saya bukan juru bicara tapi atas nama caleg DPR RI PKB yang hari ini bertemu Pak Jokowi saya meminta PSI dikeluarkan dari koalisi, mengganggu saat saya kampanyekan Pak Jokowi," tandasnya.

Penulis: chaerul umam  

(Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Beda Pandangan soal Poligami, Farhat Abbas Minta PSI Dikeluarkan dari Koalisi)

Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved