Breaking News:

Kasus Habib Bahar bin Smith

Cerita Istri Saat Habib Agil Ditangkap Polisi : Kami Disergap 3 Mobil, 2 Motor

di hari penangkapan ia dan anaknya ZM (5) beserta Habib Agil berangkat menggunakan mobil memenuhi undangan ceramah

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Istri dari Habib Agil, Malini Nazila (26) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOJONGGEDE - Keluarga Habib Agil merasa sangat menyayangkan terkait penangkapan yang dilakukan oleh polisi terhadap Habib Agil yang diduga terlibat kasus penganiayaan yang menjerat Habib Bahar bin Smith.

Istri dari Habib Agil, Malini Nazila (26) tak kuasa menahan air matanya saat mengingat peristiwa penangkapan terhadap suaminya tersebut.

Ia menceritakan bahwa di hari penangkapan ia dan anaknya ZM (5) beserta Habib Agil berangkat menggunakan mobil memenuhi undangan ceramah Maulid Nabi Muhammad SAW di kawasan Bogor bersama 1 sopir.

Di tengah perjalanan secara tiba-tiba mobil yang ditumpangi Habib Agil didatangi polisi dengan menggunakan 3 unit mobil dan 2 motor.

"Kami disergap 3 mobil 2 motor. Di situ kita gak tahu dia siapa. Kita hanya tahu kalau kita ini dirampok. Suami saya langsung ditarik dipindahin mobil, sopir saya juga dipindahin. Di situ anak saya nangis-nangis," kata Malini saat ditemui TribunnewsBogor.com di rumah keluarganya di Bojonggede Bogor, Rabu (19/12/2018).

Mendapati kejadian tersebut saat itu, Malini mengaku hanya bisa memeluk erat anaknya yang masih berumur 5 tahun tersebut.

Kemudian, kata dia, ia dan putranya dibawa ke Polres Bogor dan ditempatkan ke sebuah ruangan.

Dari pukul 04.00 WIB pagi sampai pukul 16.00 WIB sore, Malini mengaku ia dan anaknya tetap di ruangan tersebut hingga anaknya terus menangis ingin bertemu dengan ayahnya namun tidak dikabulkan oleh petugas.

"Dia (petugas) bilang suami saya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Anak saya nangis dia bilang boleh gak bapak saya pulang. Salah satu polisi bilang gak bisa, besok ya main lagi ke sini. Sampai saat ini anak saya jadi trauma dengan polisi, sakit, takut dengan keramaian, pokoknya bener-bener trauma gara-gara penangkapan yang menurut saya gak sesuai, saya ditangkap seperti teroris," katanya.

Malini mengatakan bahwa suaminya disebut-sebut turut serta dalam dugaan penganiayaan yang menjerat Habib Bahar bin Smith.

Namun, Malini mengaku yakin bahwa suaminya tidak terlibat dalam penganiayaan tersebut.

"Gak mungkin, suami saya cuma pendakwah dan dia gak pernah yang namanya penganiayaan-penganiayaan," katanya.

Kakak Ipar Habib Agil, Niko Nasution, mengatakan bahwa pihak keluarga sudah menyurati Komnas HAM dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia terkait peristiwa ini.

"Kita sudah ngomong dari pihak keluarga, kita minta keadilan ke Komnas HAM dan KPAI," ungkap Niko.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved