63 Meter Kubik Material Vulkanik Anak Krakatau di Kepulauan Seribu Berhasil Diangkut

Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu mengerahkan sekira 56 petugas kebersihan untuk menangani material vulkanik Gunung Anak Krakatau

63 Meter Kubik Material Vulkanik Anak Krakatau di Kepulauan Seribu Berhasil Diangkut
Istimewa: Dok. Sudin LH Kepulauan Seribu
Material vulkanik Gunung Anak Krakatau di perairan Kepulauan Seribu. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu mengerahkan sekira 56 petugas kebersihan untuk menangani material vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mencemari perairan Kepulauan Seribu.

Petugas dibagi di tiga titik lokasi yang tercemar material, yakni di Pulau Harapan, Pulau Kelapa, dan Pulau Kelapa Dua.

Koordinator Lapangan Pesisir Pantai Pulau Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu, Surya Ismail mengatakan jumlah material vulkanik yang berhasil diangkut hingga hari ini mencapai 63 meter kubik.

"Kalo dari Pulau Kelapa itu yang berhasil diangkut sekitar 23 meter kubik, kalau di Pulau Kelapa kemungkinan mencapai 30 meter kubik, dari Pulau Kelapa Dua 10 meter kubik," kata Surya, Kamis (27/12/2018).

Surya menjelaskan material vulkanik berupa abu dan kerikil halus terbawa dari Gunung Anak Krakatau sejauh 70 mil sampai ke perairan Kepulauan Seribu.

BMKG Keluarkan Peringatan Soal Kondisi Gunung Anak Krakatau, Warga Terdekat Dengar Suara Menggelegar

Material vulkanik terbawa akibat hembusan angin barat daya dari arah Selat Sunda ke timur laut ke arah perairan Kepulauan Seribu.

"Jadi berawal di barat daya tertampung di timur laut. Jadi kita ini adanya di timur laut Krakatau," kata Surya.

Surya menambahkan, proses penanganan material vulkanik Gunung Anak Krakatau di perairan Kepulauan Seribu diprediksi akan berlangsung hingga Minggu (30/12/2018) mendatang.

Sebab, lanjut Surya, kerikil halus terus-terusan muncul bak sampah kiriman setelah pembersihan dilakukan.

"Kemungkinan sampai hari Minggu kayaknya ini belum abis. Sebab dia (material vulkanik) masih nyusul aja, terus berdatangan. Jadi, yang kita kerjakan abis, dapat satu jam, kumpul lagi. Anggaplah sampah kiriman," ucapnya.

(TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino)

Editor: Damanhuri
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved