Breaking News:

Imigran Asal Palestina yang Jualan Kopi di Stadion Pakansari Dulunya Orang Kaya dan Kuliah di London

Omar mengaku bahwa sebelumnya di Palestina ia dan keluarganya hidup lebih dari berkecukupan bahkan terbilang mewah.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Yudhi Maulana Aditama
Tribunnews.com/Naufal Fauzy
Imigran asal Palestina, Omar bersama keluarganya membuka usaha kopi keliling di Stadion Pakansari 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Sebelum Omar hijrah bersama keluarga ke Indonesia, pria asal Kota Al-Khalil Palestina ini rupanya punya kisah pahit di negara asalnya.

Omar mengaku bahwa sebelumnya di Palestina ia dan keluarganya hidup lebih dari berkecukupan bahkan terbilang mewah.

Ia juga mengaku bahwa dirinya sendiri berasal dari keluarga pebisnis hingga dirinya juga dikuliahkan di London University.

"Di Palestina keluarga saya pedagang kaya, sampai saya tumbuh besar. Saya juga jadi pebisnis," kata Omar kepada TribunnewsBogor.com, Rabu (26/12/2018).

Ayah lima anak ini mengatakan bahwa di Palestina ia juga menjalankan usaha supermarket dan toko perlengkapan rumah, toko makanan dan yang lainnya.

Rumah dan mobil pribadi yang ia miliki di Palestina, kata Omar, juga berjumlah lebih dari satu bahkan ia juga membuka usaha PO Bus Pariwisata dengan sejumlah bus yang ia miliki.

Namun, karena kondisi negara asal yang sulit ia jelaskan, semua itu berubah drastis dan memilih meninggalkan kampung halaman.

"Saya sebelumnya pebisnis, sebelumnya saya orang kaya, sekarang fakir (miskin). Sulit dijelaskan. Tapi alhamdulillah," ujar Omar sembari tersenyum.

Penjual kopi seduh di kawasan Stadion Pakansari, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Omar
Penjual kopi seduh di kawasan Stadion Pakansari, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Omar (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)

Omar mengaku bersyukur bahwa walau pun kini ia harus berjulan kopi seduh dan mengontrak rumah di kawasan Cikaret, Cibinong, Kabupaten Bogor.

Ke depan, Omar mengaku berencana tetap tinggal di Indonesia dan berharap bisa memiliki rumah, toko, dan kendaraan untuk berjualan makanan Palestina.

Ia juga berterimakasih kepada warga Indonesia yang selama 2 bulan ini sejak ia berjualan kerap membeli kopi darinya bahkan memberi bayaran lebih.

"Terimakasih banyak. Alhamdulillah. Saya suka dan cinta orang Indonesia," ungkap Omar.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved