Tsunami di Banten dan Lampung

Kesaksian Mahasiswa IPB Saat Menemukan Ifan Seventeen Pasca Diterjang Tsunami : Wajahnya Pucat

Kondisi Ifan Seventeen saat ditemukan wajahnya pucat, memakai kaus dan celana pendek.

kolase instagram/kompas.com
Ifan Seventeen saat akan memakamkan sang istri, Dylan Sahara 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Tsunami yang menerjang Banten dan Lampung menyisakan cerita bagi Wakil Ketua Umum BEM KM IPB Surya.

Surya dan mahasiswa IPB lainnya menjadi bagian relawan yang menyelamatkan korban tsunami di Tanjung Lesung, Banten.

Surya bahkan menceritakan pertemuannya dengan Ifan Seventeen di lokasi terjangan tsunami.

Surya dan mahasiswa IPB lain awalnya tak mengetahui bahwa gelombang tinggi yang mereka lihat merupakan tsunami.

Surya dan temannya sempat kebingungan melihat banyak kendaraan lalu-lalang, serta banyak orang yang dilanda panik.

Sampai akhirnya, Surya menolong seorang ibu yang diturunkan dari sebuah mobil karena kelebihan muatan.

Ibu tersebutlah yang menjelaskan pada Surya dan anggota BEM IPB lainnay soal bencana tsunami yang sudah tejadi.

"Jadi ada warga yang turun ditempat kami itu dari mobil dia turun karena saking tidak muatnya kendaraan  yang dipakai, mobilnya tidak muat akhirnya ibunya diturunkan ditempat kami, ibu itu penuh lumpur kemudian di bersihkan diamankan dulu dengan kondisi masih ketakutan dan tangannya kesakitan," katanya

Surya,  pengurus BEM KM IPB yang ikut membantu mengevakuasi korban tsunami di Banten
Surya, pengurus BEM KM IPB yang ikut membantu mengevakuasi korban tsunami di Banten (Istimewa)

Melihat kondisi yang porak-poranda serta banyaknya korban yang berjatuhan, Surya dan anggota BEM IPB memutuskan untuk menolong.

Sekitar 20 menit perjalanan menuju lokasi bencana dengan menumpang kendaraan milik warga akhirnya mereka sampai dan melihat kondisi yang belum pernah mereka bayangkan sebelumnya.

Sesampainya di lokasi mahasiswa IPB itu pun menyisir pantai dan membantu melakukan evakuasi.

"Iya dari situ kami akhirnya ketemu sama mas Ifan Seventeen, disitu kami bertemu mas Ifan Seventeen dengan kondisi pakai kaos, celana pendek dan maaf kondisinya sangat pucat dan ternyata beliau baru saja menyelamatkan diri disana dengan kotak boks dari tengah pantai, jadi beliau terhantam arus kemudian terseret ke tengah pantai kemudian menyelamatkan diri ke pinggir pantai," katanya.

Bersama, warga dan relawan lainnya BEM KM IPB melakukan proses evakuasi hingga pukul 04.00 WIB pagi hari.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved