Ini Wilayah Paling Awal dan Paling Akhir di Dunia yang Rayakan Tahun Baru

negara-negara di dunia memasuki tahun 2019 dalam waktu yang berbeda-beda.

Ini Wilayah Paling Awal dan Paling Akhir di Dunia yang Rayakan Tahun Baru
freepik
Tahun Baru dan kembang api

TRIBUNNEWSBOGOR.COM — Saat memasuki hari terakhir 2018 dan mulai masuk 2019, berbagai ragam perayaan digelar di seluruh dunia untuk menyambut tahun baru. 

Mulai dari pergelaran kembang api, pentas seni, hingga upacara-upacara adat tertentu.
Namun, negara-negara di dunia memasuki tahun 2019 dalam waktu yang berbeda-beda.

Hal itu disebabkan adanya pembagian zona waktu dunia yang terbagi menjadi 24 bagian berbeda.

Jadi terdapat perbedaan waktu antar-wilayah di berbagai belahan bumi, mulai dari yang tidak terlalu kentara hingga perbedaan yang signifikan.

Pertama

Dilansir dari situs timeanddate.com, wilayah pertama di bumi yang memasuki tahun baru 2019 adalah Kiritimati, Apia, dan Salelologa. 

Ketiganya terletak di tengah Samudra Pasifik, dan masuk dalam Republik Kiribati.

Negara lain yang masuk sebagai negara pertama adalah Samoa.

Sedangkan menurut The Sun, Tonga juga tergolong sebagai negara pertama yang memasuki pergantian tahun paling awal.

Wilayah ini menjadi wilayah yang masuk dalam zona waktu terawal dari 23 zona waktu lainnya.

Terakhir

Sementara yang terakhir merayakan tahun 2019 adalah Pulau Baker dan Pulau Howland yang termasuk kepulauan terluar dan masuk wilayah Amerika Serikat.

Masih terletak di antara Samudera Pasifik, dua pulau ini letaknya tak jauh Kiritimati, Apia, dan Salelologa. Ini merupakan zona waktu terakhir dari 24 zona waktu yang ada. 

Dengan menggunakan patokan waktu yang sama, dua pulau yang masuk kawasan Amerika ini baru akan masuk tahun 2019 pada pukul 19.00 WIB.

Sehingga semua wilayah di dunia resmi memasuki tahun 2019 pada Selasa (1/1/2019) pukul 19.00 WIB.

Editor: Vivi Febrianti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved