Soal Isu 7 Kontainer Surat Suara, Budi Arie Setiadi: Ini Sangat Berbahaya Bagi Demokrasi Kita

Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mengungkapkan adanya pihak- pihak yang menyebarkan isu adanya 7 kontainer berisi surat suara yang sudah dicoblos

Soal Isu 7 Kontainer Surat Suara, Budi Arie Setiadi: Ini Sangat Berbahaya Bagi Demokrasi Kita
Tribunnews.com
Ketua Umum ProJo Budi Arie Setiadi 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mengungkapkan adanya pihak- pihak yang menyebarkan isu adanya 7 kontainer berisi surat suara yang sudah dicoblos untuk nomor urut satu, merupakan kabar bohong. Dengan maksud, hendak merusak proses demokrasi dalam Pilpres dan Pileg serentak 2019.

"Pelaku penyebar kabar bohong ini dan seluruh jaringannya harus di usut tuntas dan di proses hukum," tegas Budi Arie.

"Ini sangat berbahaya bagi demokrasi kita. Isu ini kejahatan sangat berat karena melakukan tudingan dan fitnah terhadap pihak - pihak yang bertanggung jawab terhadap pemilu , baik KPU maupun Bawaslu , " kata dia, Kamis (3/1/2019).

Budi mempertegas, mereka menyebar fitnah keji dengan menuduh kandidat nomor urut satu melakukan kecurangan. Pihak- pihak ini, lanjutnya ingin melakukan delegitimasi terhadap proses pemilu.

"Mereka sangat kejam karena menyeret demokrasi ke pinggir comberan sejarah. Pihak- pihak ini sangat jahat , kejam dan tidak menghargai perjuangan demokrasi di saat reformasi lebih dari 20 tahun lalu, " jelas Budi.

Ditegaskan, awal tahun 2019 rakyat disuguhi oleh lelucon konyol sama seperti kasus Ratna Sarumpaet. "Aparat keamanan harus tegas. Ini kejahatan serius. Mendelegitimasi proses pemilu sekaligus pemerintahan yg akan terbentuk dari proses pemilu 2019 ini," jelas Budi.

Ia menyerukan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk melawan pihak- pihak yang mengacaukan proses demokrasi. "Kita kawal proses pesta demokrasi dan kemenangan rakyat. Rakyat sangat cerdas. Parpol dan paslon dari gerombolan penyebar hoaks akan di hukum berat oleh rakyat," pungkas Budi.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyambangi Kantor Bareskrim (Badan Reserse Kriminal) Polri di Gambir, Jakarta Pusat, sekitar pukul 11.00WIB.

Tjahjo mengatakan kedatangannya menemui Kabareskrim Komjen Pol Arief Sulistyanto adalah untuk melakukan koordinasi penanganan informasi bohong yang menyebut adanya penemuan tujuh kontainer surat suara yang sudah dicoblos. 

Ia mengatakan kepolisian perlu serius menangani kasus ini untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi di Indonesia, terutama jelang Pemilu 2019.

Halaman
12
Editor: Damanhuri
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved