Pilpres 2019
Sudjiwo Tedjo Sebut Tim Jokowi Vs Prabowo Perlu Cermin, Samakan Isu Selang Cuci Darah & Mobil Esemka
Menurut Sudjiwo Tedjo, soal hoaks ini sebaiknya kedua kubu saling bercermin atas aibnya masing-masing.
Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Damanhuri
Sudjiwo Tedjo Sebut Tim Jokowi Vs Prabowo Perlu Cermin, Samakan Isu Selang Cuci Darah & Mobil Esemka
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Hoaks 7 kontainer surat suara di Tanjung Priok memang menjadi perhatian publik.
Banyak yang menuding kubu Prabowo-Sandiaga Uno sebagai penyebar bahkan pencipta hoaks.
Berbeda dengan publik kebanyakan, Budayawan Sudjiwo Tedjo justru mengajak kedua kubu untuk saling bercermin.
Ia meminta keduanya tidak saling menuduh penyebar hoaks, kalau keduanya masih memproduksi hoaks.
Sudjiwo Tedjo juga bahkan menyamakan kasus selang cuci darah yang dihembuskan Prabowo dengan mobil esemka.
Menurutnya, jika selang cuci darah itu bohong, bagaimana dengan mobil esemka.
Atau sebaliknya, jika mobil esemka bohong, lantas bagaimana dengan selang cuci darah.
Tak hanya itu kata dia, masih banyak fenomena yang bisa dipasangkan.
Untuk itu, kata dia, kedua kubu baik dari Jokowi maupun Prabowo perlu sama-sama bercermin.
"Ok misal, sekali lg misal, soal selang cuci darah gak diganti2 itu bohong, terus soal mobil esemka gmn? Atau dibalik.
Misal, sekali lg misal, soal mobil esemka bohong, terus soal selang cuci darah gmn?
Masih banyak fenomena2 yg bisa dipasang2kan begitu.
Makanya 22nya perlu cermin," tulisnya.
Tak hanya itu, Sudjiwo Tedjo juga meritwit cuitannya beberapa jam yang lalu soal hoaks.
• Prabowo Sebut Selang Cuci Darah RSCM Dipakai 40 Pasien, Gerindra: Mungkin Maksudnya Tabung Dialisis
• Tsamara Pertanyakan Barang Impor Milik Prabowo, Faldo Maldini: Sudah Pesan Mobil Esemka Belum Nyampe
Ia berulang kali mengatakan, yang dibutuhkan oleh kedua kubu adalah sama-sama bercermin.
Sebab menurutnya, kedua kubu sama-sama menuding dan sama-sama memproduksi hoaks dan fitnah
"Yang paling dibutuhkan oleh setiap kubu kini cermin
Saat menuding kubu lain main fitnah, lihatlah dirimu di dalam cermin
Saat menuding kubu lain produsen hoax, lihatlah dirimu di dalam cermin," tulisnya lagi.
Kemudian di cuitan terbarunya, Sudjiwo Tedjo lagi-lagi menegaskan kalau dirinya netral pada Pilpres 2019 ini.
Sebab sebelumnya, ia juga berkomentar soal hoaks 7 kontainer surat suara yang sudah tercoblos di Tanjung Priok.
Ia menulis kalau dirinya sejak awal sulit untuk mempercayai informasi tersebut.
"Sekarang kalian mulai ngerti knp aku netral, kan?
Ya itu antara lain alasan duniawinya.
Selain alasan spiritual #SastraJendra alias Sastra Ilahiah ttg #Paradoks Semesta," cuitnya.
TKN Jokowi Minta SBY Tertibkan Andi Arief
Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin meminta Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menertibkan anggotanya, Andi Arief.
Sebab, Andi yang menjabat Wakil Sekjen Partai Demokrat ini dianggap telah menyebarkan hoaks mengenai keberadaan tujuh kontainer surat suara yang sudah dicoblos.
• Ahmad Dhani Ngaku Mak Comblang Irwan Mussry, Maia Estianty Bantah: Sudah Dekat Sejak SMP
• Isu 7 Kontainer Surat Suara, Ernest Prakasa: Faldo Maldini Setia ke Wowo Seberapa Besar Pun Hoaksnya
"Kami harapkan Pak SBY mulailah menertibkan prajurit-prajuritnya. Karena nanti citra Pak SBY yang bagus itu bisa turun. Jangan sampai citra SBY turun karena prajuritnya," kata Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Arya Sinulingga, di Rumah Cemara, Jakarta, Kamis (3/12/2018).
Arya mengatakan, harusnya Andi Arief sebagai pengurus Partai Demokrat sudah mengetahui bahwa saat ini KPU belum mencetak surat suara untuk Pilpres 2019.
Sebab, setiap perwakilan pengurus parpol saat ini masih membahas desain surat suara bersama KPU.
Oleh karena itu, ia menilai aneh jika Andi Arief justru mempertanyakan kebenaran isu adanya tujuh kontainer surat suara yang sudah tercoblos dalam akun Twitter-nya.
"Demokrat harusnya tahu surat suara apakah sudah ada atau belum," kata Arya.
Arya menilai, jika Andi Arief tak ditertibkan, hal itu bisa berdampak bagi citra SBY dan Partai Demokrat.
"Nanti yang rusak nama Pak SBY, nanti yang rusak nama Demokrat, nanti bisa menurunkan elektabilitas Demokrat. Kasihan partai yang bagus, pemimpin yang baik, jangan dirusak oleh prajurit yang seperti itu," kata dia.
Informasi mengenai adanya tujuh kontainer berisi surat suara pemilu beredar mulai Rabu (2/1/2019) sore.
Salah satunya diunggah Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Andi Arief, melalui akun Twitter pribadinya, @AndiArief_.
"Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yg sudah dicoblos di Tanjung Priok. Supaya tidak fitnah harap dicek kebenarannya karena ini kabar sudah beredar," demikian twit Andi.
Berdasarkan pantauan Kompas.com, kicauan Andi tersebut diunggah pada pukul 20.05, Rabu (2/1/2019).
Namun, twit ini sudah tidak ditemukan.
Pada Rabu tengah malam, Komisi Pemilihan Umum (KPU) langsung mengecek informasi itu bersama Bawaslu dan Bea dan Cukai di Kantor Bea Cukai Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Setelah dicek, KPU menyatakan kabar tersebut bohong. KPU sudah melaporkan tersebarnya informasi hoaks ini ke polisi.