Tonoh di Sukabumi

Tanah Longsor di Sukabumi Sempat Bergerak, Kini Dipasangi Early Warning System

Kondisi ini pun cukup berbahaya bagi para petugas tim evakuasi yang melakukan pencarian korban yang tertimbun longsor.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Yudhi Maulana Aditama
Tribunnews.com/Naufal Fauzy
Kondisi lokasi longsor di Cisolok, Sukabumi 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISOLOK - Longsor di kampung Cimapag Blok Garehong, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi sempat bergerak hingga membuat kontur tanah berubah.

Kondisi ini pun cukup berbahaya bagi para petugas tim evakuasi yang melakukan pencarian korban yang tertimbun longsor.

Mengantisipasi hal yang tak diinginkan, Early Warning System (EWS) akhirnya dipasang di lokasi longsor.

"Mulai hari ini kita sudah memasang EWS yang dibawa rekan-rekan kita dari BPBD Banjarnegara yang dimahkotanya longsoran tersebut," kata Danrem 061/Surya Kancana, Kolonel Inf Muhammad Hasan, Kamis (3/1/2018).

Ia menjelaskan bahwa alat tersebut berfungsi untuk mendeteksi pergerakan tanah menggunakan alarm sinyal dan lampu berguna bagi untuk antisipasi longsor sosolan.

Kasi Pencegahan dan Kesipasiagaan BPBD Banjarnegara, Andri Sulistyo, menambahkan bahwa alat ini bisa mendeteksi pergerakan tanah mulai dari 5cm.

"Pergerakan kita hitung 5 cm itu ada lampunya. Kemudian 10 cm dia akan berbunyi sirine setelah kita coba, kedengaran sampe 1000 meter. 15 cm sirine lagi. Itu udah 2 kali sirine artinya itu harus lakukan evakuasi dini. Kita lihat apabila pergerakannya 20 cm kemungkinan besar menurut pengalaman kami akan terjadi longsor," ungkap Andri.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved