Breaking News:

Longsor di Sukabumi

Asep Jadi Korban Longsor Cisolok Sukabumi, Niat Hindari Tsunami Malah Tertimbun Longsor

Alasan Asep pulang kampung di akhir tahun ini, kata Urdi, adalah karena Asep takut adanya tsunami menerjang Pantai Palabuhanratu

Tribunnews.com/Naufal Fauzy
Petugas mengevakuasi jenazah korban longsor di Cisolok, Sukabumi 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISOLOK - Kisah pria bernama Asep (26) sejak terjadinya longsor di Kampung Cimapag Blok Garehong, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok jadi perbincangan warga.

Kedatangannya ke kampung halamannya tepat di lokasi longsor rupanya dinilai warga cukup tragis.

Ketua RT setempat, Pak Urdi, membenarkan adanya pria yang bernama Asep tersebut.

Ia mengatakan bahwa Asep datang Kampung Cimapag Blok Garehong ke rumah orangtuanya pada Senin (31/12/2018) lalu.

Ia mengatakan bahwa Asep yang masih dalam hubungan keluarga dengannya itu tiba di kampung halaman bersama istri dan satu anaknya sekitar pukul 16.00 WIB sore.

Alasan Asep pulang kampung di akhir tahun ini, kata Urdi, adalah karena Asep takut adanya tsunami menerjang Pantai Palabuhanratu yang tak jauh dari rumah Asep.

Sebab diketahui bahwa isu bakal adanya tsunami di Pantai Palabuhanratu sebelumnya merebak usai terjadi tsunami di Banten hingga banyak warga ketakutan dan memilih menjauhi pantai.

"Wa, di Ganesha (pantai Cisolok Palabuhanratu) takut keterjang tsunami, ah ke kampung aja, katanya. Dia dateng bawa ayam, oleh-oleh," kata Urdi kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (4/1/2019).

Urdi mengaku bahwa di rumah orangtuanya, Asep sempat bercerita bahwa besoknya ia berencana pergi membantu ayahnya ke kebun untuk memetik kapulaga.

Namun nahas, rencana Asep memetik kapulaga bersama ayah tak tercapai, sebab sekitar dua jam setelah kedatangannya di rumah orangtuanya itu, longsor menerjang.

"Ah besok mau metik kapol (kapulaga) sama bapak, katanya, tapi pas jam 6 sore kurang 10 menit, terjadi (longsor). Gak nyampe sehari dia di sini, cuma dua jam. Belum ketemu keluarga saya itu, tujuh orang, dia, keluarganya sama kakak saya juga," kata Urdi.

Urdi berharap tim evakuasi bisa segera menemukan semua warga yang diduga tertimbun dan ketujuh anggota keluarganya itu termasuk Asep.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved