Breaking News:

Longsor di Sukabumi

Cari Korban Longsor Di Sukabumi, Tim Evakuasi Dihadapkan Dengan Timbunan Tanah Sedalam 10 Meter

Tim evakuasi dari gabungan berbagai unsur ini harus dihadapkan dengan timbunan tanah yang cukup dalam bercampur bebatuan.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Ardhi Sanjaya
Tribunnews.com/Naufal Fauzy
Sepeda motor serta barang berharga lainnya milik warga rusak akibat tertimbun longsor di Cisolok, Sukabumi 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISOLOK - Pencarian korban longsor di Kampung Cimapag Blok Garehong, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi ternyata tidak mudah.

Tim evakuasi dari gabungan berbagai unsur ini harus dihadapkan dengan timbunan tanah yang cukup dalam bercampur bebatuan.

Danrem 061/Surya Kancana, Kolonel Inf Muhammad Hasan, selaku yang memimpin evakuasi, mengatakan bahwa kedalaman tanah yang harus digali bisa mencapai 10 meter.

"Perlu saya sampaikan bahwa perlu perhatian juga masyarakat bahwa timbunan yang hampir 10 meter ke atas itu menyebabkan korban tertimbun dan terhimpit oleh tiga lapisan, satu oleh bangunan rumah, dua tanah dan batu," kata Hasan.

Penentuan identifikasi titik adanya korban juga melibatkan anjing pelacak.

Namun karena kedalaman ini, kata dia, penggalian bisa memakan waktu.

"Memang agak menyulitkan, sehingga pada saat penemuan awal jenazah sampai penggalian dan pengangkatan itu bisa memakan waktu 1 sampai 2 jam," katanya.

Batu besar yang menghimpit dan menimbun korban, menurutnya menjadi kesulitan tambahan.

Namun, dengan teknik penyemprotan air, hal itu bisa diatasi.

"Batu besar kita coba gelindingkan menggunakan penyemprot, ini efektif meluluhkan lumpur yamg mengikat batu sehingga batu bisa kita turunkan ke bawah," ujarnya.

Selain itu, tim evakuasi juga kerap menemukan korban di bawah reruntuhan bangunan hingga barang-barang lainnya.

Untuk hal itu, kata Hasan, pihaknya akan menghancurkan benda yang menghalang tersebut menggunakan mesin pemotong.

"Kami kesulitan karena ada 1 jenazah yang tertimpa bangunan, kemudian lemari es, sehingga kami kesulitan, maka kita butuh gurinda besar dan keras untuk mematahkan itu," ungkapnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved