Breaking News:

Kos-Kosannya Dirazia, Pemilik Sewakan Untuk PSK Karena Bayar Sewa Hingga Dua Kali Lipat

Pemilik kos-kosan mengaku ada satu perempuan yang bekerja menjadi Pekerja Seks Komersial (PSK) dan menyewa kamar di tempatnya.

TribunnewsBogor.com/Sachril Agustin Berutu
Satpol PP Kabupaten Bogor menggelar razia kamar kontrakan di wilayah Cisarua, Puncak, Kabupaten Bogor 

"Baru pertama ini saja saya mengizinkan wanita malam tinggal di tempat usaha saya. Sebelumnya enggak pernah, kos-kosan bapak ini yang ditempati perempuan itu jarang dihuni. Soalnya kalau dia pergi kerja, bisa sampai satu atau dua mingguan, kadang lebih," tuturnya.

Perempuan tersebut pun katanya, sedang tidak berada di tempatnya.

Dikatakan BD, kemarin (Senin, 7/1/2019) PSK tersebut pulang kampung ke Surabaya.

"Saya khilaf, enggak bakal lagi. Saya ambil hikmahnya saja dari kejadian ini," jelasnya.

Tambah Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bogor Fraksi PPP, Habib Agil bin Salin Alatas, sidak ini dilakukan berdasarkan laporan masyarakat dan temuan Komisi I DPRD serta Satpol PP Kabupaten Bogor.

Sebuah kos-kosan atau villa bisa dilakukan penutupan paksa bila terbukti melakukan kegiatan asusila.

Hal ini bisa dilakukan karena Satpol PP, dipayungi peraturan Bupati Bogor.

Kata Habib Agil, ada tiga teguran yang diberikan kepada pemilik villa bila terbukti melakukan kegiatan asusila.

"Teguran pertama adalah penyegelan pertama, lalu pemilik villa mengurus izinnya. Kalau sudah, villanya bisa berjalan lagi. Kalau diulang, akan ada segel kedua, dan teguran ketiga bila masih saja dilakukan, adalah pembongkaran, yang berarti pemberhentian kegiatan," tegasnya.

"Tidak hanya Satpol PP saja, tugas teman-teman di kecamatan juga untuk ikut memantau. Dari rapat Komisi I beberapa waktu lalu, saya sudah sampaikan kalau wilayah selatan, sangat meresahkan," terangnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved