Sang Kreator Buka Suara, Sudjiwo Tedjo Curiga Orang di Balik Nurhadi-Aldo Berhubungan dengan Jokowi

Budayawan Sudjiwo Tedjo mencurigai orang di balik Nurhadi-Aldo memiliki hubungan dengan Presiden Jokowi.

Sang Kreator Buka Suara, Sudjiwo Tedjo Curiga Orang di Balik Nurhadi-Aldo Berhubungan dengan Jokowi
Instagram Nurhadi-Aldo
Capres-Cawapres fiktif Nurhadi-Aldo yang kini sedang viral 

"kisi-kisi untuk apa? tak perlu sudah di otak," ucapnya diiringi tawa penonton.

Sesekali Rosi pun tertawa dan heran dengan jawaban yang dilontarkan Nurhadi.

Capres parodi Nurhadi-Aldo saat diundang di acara Rosi Kompas TV
Capres parodi Nurhadi-Aldo saat diundang di acara Rosi Kompas TV (Live Streaming Kompas TV/Rosi)

Dalam kesempatan itu, Nurhadi pun membocorkan siapa sosok admin dibalik postingan Nurhadi-Aldo di media sosial.

Ia mengatakan, semua postingan Nurhadi-Aldo di Instagram dikelola oleh seseorang bernama Edwin dan timnya.

Cerita Di Balik Viralnya Presiden Nurhadi di Medsos, Ada Campur Tangan Kreator Andal Misterius

ia pun mempercayakan semua isi postingan Nurhadi-Aldo kepada Edwin, meskipun hingga saat ini belum pernah bertemu.

"Persyaratannya jangan menyakiti orang lain, jangan menyinggung agama, SARA. Belum pernah ketemu, cuma dengar suaranya aja. Pengen sih (ketemu) katanya rencana Februari akhir nanti dia sama keluarga mau ke rumah," ucap Nurhadi.

Selain itu, Nurhadi juga mendapat pertanyaan soal banyaknya kritikan yang masuk, terutama kritik soal beberapa postingannya yang dianggap vulgar.

Memang ada beberapa postingan Nurhadi-Aldo yang berbau vulgar, seperti adanya singkatan-singkatan atau penekanan huruf yang dibedakan warnanya yang menjurus ke arah pornografi.

Ia mengatakan kalau para pengguna media sosial harus bisa membedakan mana yang baik mana yang salah, dan harus berfikir positif.

"Saya selalu mengajarkan kalian itu harus bisa membedakan mana yang baik mana yang buruk. Ketika ada yang baik dan buruk agar manusia itu berfikir, gunakan akal firkiran dengan sempurna. Sudah mampu kah ilmu mu menjadi cahaya hidupmu? harus begitu," ucap Nurhadi.

Capres Nurhadi-Aldo saat diundang ke acara Rosi Kompas TV
Capres Nurhadi-Aldo saat diundang ke acara Rosi Kompas TV (Live Streaming Kompas TV/Rosi)

Cerita Awal Mula Nurhadi-Aldo

Dikutip dari Kompas.com, Pada Desember 2018 lalu, seseorang yang mengaku bernama Edwin asal Sleman DIY, menghubunginya via aplikasi messenger. Dalam obrolan itu, Edwin mengaku sangat mengagumi Nurhadi.

Awalnya, beberapa tahun lalu, melalui akun Facebook pribadi, Nurhadi membentuk "Komunitas Angka 10".

Di komunitas yang disebutnya sebagai para pecinta Tuhan dengan anggotanya yang telah mencapai ribuan itu, Nurhadi sering mengunggah kalimat bijak dan kalimat motivasi.

"Nah, kemudian ada orang yang mengaku dari Yogyakarta bernama Edwin. Dia yang mengikuti akun saya itu mengaku ngefans dengan saya. Apalagi pengikut saya di komunitas angka 10 mencapai puluhan ribu. Kata dia, unggahan-unggahan saya itu lucu dan menginsiprasi," kata Nurhadi.

Dari situlah kemudian capres dan cawapres bayangan, Nurhadi dan Aldo (Dildo) mulai tercipta. Edwin terus intens berkomunikasi dengan Nurhadi. Saat itu, Edwin meminta izin kepada Nurhadi apakah berkenan jika nama dan wajahnya diviralkan melalui medsos sebagai capres fiktif.

Pasangan capres cawapres Nurhadi-Aldo dan Cak Nun dan Sudjiwo Tedjo. dua capres cawapres ini tentu saja hanya guyon belaka
Pasangan capres cawapres Nurhadi-Aldo dan Cak Nun dan Sudjiwo Tedjo. dua capres cawapres ini tentu saja hanya guyon belaka (Kolase Instagram Nurhadi-Aldo dan Sudjiwo Tedjo)

Nurhadi pun mengamini penawaran itu asalkan tidak melanggar hukum dan agama. Apalagi, mereka sama-sama jengah atas situasi menjelang Pilpres 2019 yang menurut mereka sudah tidak sehat.

Maka, terbentuklah capres dan cawapres fiktif tersebut di medsos hasil karya Edwin yang disebutnya sebagai tim suksesnya.

Capres-cawapres fiktif itu hanya sebatas "dagelan politik" yang berisi sindiran-sindiran dengan politik saling sikut saat ini.

"Saya jawab, kenapa harus saya kok tidak orang lain saja. Kata Edwin sih saya lebih berpotensi tenar karena dikenal banyak pengikutnya. Ya sudah saya setuju dengan syarat dimanfaatkan sebaik mungkin. Sebagai humor politik saja untuk meredam ketegangan suasana Pilpres 2019. Saya enggak mau terjadi keributan hanya karena beda pilihan presiden," ungkap Nurhadi.

Mengapa koalisi yang mengusung capres dan cawapres boneka itu dinamai Tronjal-Tronjol Maha Asyik, Nurhadi mengaku itu bukan asal-asalan.

Ada makna mendalam di baliknya. Begitu juga dengan angka 10 yang menandai nomor urut pasangan Dildo.

Tronjal-Tronjol, katanya, lebih tepat disematkan untuk orang bodoh. Bukannya akhir-akhir ini banyak ditemui warganet yang seenaknya sendiri tronjal-tronjol saat mengunggah status di akun media sosialnya tanpa didasari fakta dan etika.

"Tronjal-tronjol Itu seperti kondisi sekarang. Banyak orang asal ngomong dan timbul berita hoaks di sana-sini. Kata itu untuk orang bodoh. Ya sindiran saja biar orang lebih berhati-hati kalu ngomong di publik. Untuk angka 10 diambil dari komunitas angka 10 akun saya. Artinya keikhlasan kepada Tuhan atau para pecinta Tuhan," ungkapnya.

Tak disangka-sangka jika apa yang diharapkan oleh Edwin menjadi kenyataan. Sampai saat ini, unggahan dari akun media sosial capres dan cawapres Nurhadi dan Aldo (Dildo) selalu ramai.

"Alhamdulilah mendadak viral beberapa hari ini. Saya pun kaget. Saya juga tidak pernah ketemu dengan yang mengaku bernama Edwin itu. Belakangan banyak yang menghubungi dan menemui saya sekadar ngobrol dan mengaku ngefans. Bahkan order pijat ramai. Saya pun manfaatkan untuk jualan kaos bergambar saya itu di medsos. Laku keras juga. Banjir orderan pijat dan jualan kaus pokoknya. Hehe," terang Nurhadi.

Karena ketenarannya di medsos itu sampai-sampai ada tim sukses pasangan capres 2019 yang mendatangi Nurhadi. Nurhadi ditawari untuk menjadi juru kampanye pasangan capres 2019.

"Timses capres 2019 datang dan menawari saya untuk kampanye calon presidennya. Saya tidak mau. Untuk apa ? Lha wong saya itu cuma tukang pijat. Semula di komunitas angka 10, saya hanya mengajak warga untuk baca salawat, mencintai Allah," jelasnya

Bahkan, Nurhadi menyebut juga dilirik Youtuber asal China. Hal itu diketahuinya setelah ada orang yang mengaku bernama Tabita menghubunginya.

"Jadi ada Youtuber asal China yang siap merekam saya lewat video dan memviralkan saya. Tabita adalah orang yang menjadi perantaranya. Saya kaget. Tapi tak masalah asal dimanfaatkan dengan baik," ujar dia.

Meski sudah banyak dibicarakan oleh warganet, Nurhadi tetaplah Nurhadi yang bersahaja. Dia setiap hari masih memijat siapa saja yang membutuhkan jasanya dengan upah seikhlasnya. (*) (Kompas.com)

Editor: Damanhuri
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved