Kisah Pilu Wanita Uighur yang Ditahan Pemerintah Komunis China, Dilarang Ibadah Hingga Dilecehkan

pengakuan wanita yang pernah ditahan bersama perempuan Uighur oleh pemerintah komunis China

Kisah Pilu Wanita Uighur yang Ditahan Pemerintah Komunis China, Dilarang Ibadah Hingga Dilecehkan
The Independent
muslim Uighur 

Ketika ada di ruangan itu, mereka dipakaikan baju hitam-hitam dari ujung kepala sampai ujung kaki. Sehingga tidak bisa melihat, dalam kondisi tangan dan kaki diborgol dengan bobot sekira 5 kilogram.

Ketika saya di Rumah Sakit, dikawal oleh polisi dan tentara bersenjata, rumah sakit ini memang khusus untuk mereka-mereka para tahanan yang akan mendapat hukuman mati dan akan segera mati di rumah sakit tersebut.

Saya ditempatkan dengan perempuan kisaran 14 sampai 80 tahun. Bahkan beliau sempat melihat seorang perempuan yang melahirkan dan dari payudaranya keluar asi tapi anaknya langsung dipisahkan darinya, tidak diberi izin bersama ibunya.

 Wartawan : Apakah selain mengalami kekerasan, ada pelecehan seksual juga?

Gulbakhar Cililova : Iya ada, semua bentuk ketidakakhlakan mereka dilakukan kepada para tahanan. Selain penyiksaan, 
mereka juga mendapat pelecahan seksual.

Ia sering melihat orang dengan siksaan. Darah mengalir dari kepalanya dan sebagainya. Kesehariannya dalam ruangan berukuran 7 x 3 x 6 meter (panjang x lebar x tinggi), tanpa jendela dan ventilasi.

Hanya ada satu pintu dan semua sejak pukul 5 sampe pukul 10 malam itu, wajib berbaris rapi menghadap ke arah dinding yang di atasnya ada TV dan CCTV yang mengawasi mereka 24 jam.

Semua kegiatan seharian penuh dilakukan disana, baik itu buang hajat kecil maupun besar. Nahasnya, pembuangan hajat ada di dalam ruangan itu di bawah layar tv seperti tempat wudhu dengan keran.

Dalam kondisi tangan dan kaki diborgol dan tidak boleh bergerak, ke kanan atau ke kiri, karna kalau bergerak sedikit saja, mereka dianggap sedang ibadah, dan itu akan diberi hukuman.

 Wartawan : Tayangan apa yang ada di Televisi tersebut?

Halaman
1234
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved