Kisah Pilu Wanita Uighur yang Ditahan Pemerintah Komunis China, Dilarang Ibadah Hingga Dilecehkan

pengakuan wanita yang pernah ditahan bersama perempuan Uighur oleh pemerintah komunis China

Kisah Pilu Wanita Uighur yang Ditahan Pemerintah Komunis China, Dilarang Ibadah Hingga Dilecehkan
The Independent
muslim Uighur 

Gulbakhar Cililova : TV program China, propaganda komunis China untuk mereka tonton setiap hari dan menggunakan Bahasa Cina, berisi info-info tentang komunis China. Di sini mereka diwajibkan bersumpah, mengatakan terima kasih, berharap dan hanya memohon kepada Presiden China. Dan jika tidak menuruti apa yang disuruh mereka, maka akan mendapat siksaan.

Ketika tidur mereka harus berjaga malam, untuk tidur 2 jam 2 jam bergantian. Karena ruangan yang sempit dan diisi 40-45 orang. Jadi tidurnya 2 jam 20 orang, 2 jam 25 orang yang lain, begitu terus bergantian. Total per orangan hanya bisa tidur 4 jam.

 Wartawan : Bagaimana anda mendapatkan asupan makanan?

Gulbakhar Cililova : Setiap hari diberi makanan, kuah sayur seukuran gelas belimbing dengan roti yang besarnya hanya sekepal tangan, 3 kali sehari, tidak ada makanan lain. Tidak peduli kelaparan, selama sebulan di sana, berat badannya langsung turun 20 kilogram.

3 hari sebelum keluar dari tahanan, ia dimanjakan, diinapkan di hotel, badannya dipakaikan cream agar tidak terlihat adanya penyiksaan, rambutnya yang sudah memutih diwarnai kembali, didandani supaya lebih segar dan tampak muda, supaya tidak terlihat penyiksaan dan kezoliman yang ada pada dirinya.

Secara mata telanjang ia tidak pernah melihat, adanya pelecehan seksual, karena orang yang terkena pelecehan akan dibawa keluar semua.

Sebenarnya mereka tidak boleh menceritakan apapun, sekembalinya dari luar. Tapi ia pernah mendengar bahwa seorang perempuan bernama, Arzuhul, dan wanita ini mengaku pernah dilakukan pelecehan seksual.

Ketika diinterogasi dan dibawa keluar, ia ditanya-tanya, disiksa, selama 24 jam, dalam kondisi kelaparan dan kehausan, banyak dari mereka yang kembali sudah lebam mukanya dan ada darah dari hidungnya, banyak bekas penyiksaan dari tubuh, orang yang keluar setelah diintrogasi tadi.

Ketika beliau ingin dikeluarkan, beliau dikawal oleh polisi dan diancam menggunakan kata-kata yang kotor, diancam dengan banyak ancaman pedih.

 Wartawan : Adakah kerja paksa?

Halaman
1234
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved