Siswi SMK Tewas

Update Kasus Penusukan Siswi SMK di Bogor, Penyelidikan Libatkan Mabes Polri Hingga Jumlah Saksi

Kasus penusukan yang menyebabkan meninggalnya siswi SMK di Bogor Andriana Yubelia Noven saat ini masih dalam penyelidikan kepolisian

Update Kasus Penusukan Siswi SMK di Bogor, Penyelidikan Libatkan Mabes Polri Hingga Jumlah Saksi
TribunnewsBogor.com/Sachril Agustin Berutu
Lokasi pembunuhan Andriana Yubelia Noven di Jalan Riau, Bogor Timur, Kota Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Kasus penusukan yang menyebabkan meninggalnya siswi SMK di Kota Bogor Andriana Yubelia Noven saat ini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian Polresta Bogor Kota.

Tak hanay itu, penyelidikan untuk mengungkap kasus ini juga melibatkan tim gabungan tim investigasi dari Polresta Bogor Kota, Polda Jabar hingga Mabes Polri.

Polisi pun sudah memeriksa puluhan saksi kasus pembunuhan yang terjadi di gang sempit di belakang Masjid Raya, Jalan Riau, Keluarahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor beberapa waktu lalu itu.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser menjelaskan bahwa sudah ada 22 saksi yang diperiksa.

"Saksi sudah banyak, 22 saksi sudah dperiksa, ada yang dari luar (luar sekolah)," katanya usai nobar debat di Balaikota Bogor malam tadi, Kamis (17/1/2019).

Kombes Pol hendri juga menegaskan bahwa tim investigasi masih terus bekerja untuk mengungkap siapa pelaku pembunuhan.

"Iya jadi sampai saat ini saya bilangkan tim investigasi gabungan mulai dari Mabes, Polda masih bekerja, dan dengan berbagai cara, Siencetifik Investigation dan Manual Ivestigation," katanya.

Hendri menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan evaluasi untuk mengungkap siapa pelaku pembunuhan.

Ia pun mengatakan bahwa setiap perkara memiliki tingkat kesulitan yang berbeda beda.

"Jadi tidak bisa dibandingkan ini kok mudah pak ini ko susah pak tidak bisa dibandingkan aple to aple gitu loh ya, yang jelas tim ini juga bekerja kita juga selalu lakukan evaluasi setiap hari pasti ada itu yang paling penting, untuk updatenya apa itu rahasia (termasuk kedalam investigasi pihak kepolisian), itu kan bagian dalam investigasi penyelidikan," katanya.

Sebelumnya pada empat hari setelah peristiwa biadab tersebut diberitakan bahwa Minimnya saksi di lokasi kejadian membuat polisi kesulitan untuk mengungkap siapa pelaku penusukan.

Meski demikian sejumlah teman dekat dan guru korban mengatakan bahwa saat pulang sekolah Noven bersama temannya membeli kado di Swalayan Ada.

Berikut Penuturan teman dekat korban, guru, Ketua RT sekitar dan Dugaan Polisi terhadap terduga pelaku penusukan.

Tidak Pulang Bersama Teman Dekatnya Yang Juga Teman Satu Kosan.

Sahabat dekat korban yakni Vanessa Aurellia menuturkan bahwa sebelum peristiwa itu terjadi dirinya tidak bertemu Noven.

"Iya biasanya sama saya, bareng pulangnya, tapi dia duluan sama temannya mau beli kado," katanya saat ditemui usai doa bersama di lokasi kejadian Kamis (11/1/2019).

Vanessa mengatakan bahwa Ia pun sempat pergi ke swalayan Ada namun dirinya tidak melihat dan bertemu Noven.

"Pulan dia (korban) duluan (keluar dari sekolah), saya masih di sekolah, saya pulang pukul 15.15, tapi enggak langsung pulang ke ada swalayan dulu, tapi saya enggak ketemu Noven," ujarnya.

Namun dari informasi yang diketahui Vaness, Noven pulang bersama temannya.

"Noven beli kado besok ada acara disekolah acara tuker kado, sama temen sekolah, iya kan setau saya dia pulang berdua sama temannya, karena beda arah jadi pisah noven kan ke bawah, kalau biasanya sama saya (pulang bersama)," katanya.

Wali Kelas Korban mendapat Telpon atas peristiwa penusukan tersebut.

Wali Kelas Korban, Endang menuturkan dia mendapat kabar penusukan dari muridnya.

"Saya masih di motor, terus saya angkat, adik kelasnya bilang bu-bu noven kena tusuk, kena tusuk apa, emang di kelas masih ngejahit, karena saya pikir ketusuk jarum atau apa gitu, terus dijawab enggak bu ditusuk, ditusuk gmn sekarang dimana kata saya, di bmc katanya," ujarnya beberapa waktu lalu.

Menurut Endang, adik kelasnya itu pun memberitaukan bahwa sebelumnya Ia melihat Noven sedang berada di swasalayan Ada bersama seorang pria.

"Tapi saya tadi ketemu bu, ketemu diama, dia ada (swalayan ada), sama siapa, sama cowo tinggi tinggi, kamu kenal enggak, kata dia enggak kenal," katanya.

Endang pun sempat kaget saat mendengar kabar tersebut.

Endang mengatakan bahwa Noven pertama kali ditemukan oleh warga

" Iya kan masih pakai seragam lengkap ada betnya, kebetulan ada anak SMK Baranagsiang lewat pakao motor, ditanya itu temannya bukan, akhirnya pada kesana (BMC), jadi yang pertama kali mengabarkan itu warg," katanya

Lokasi Penusukan Dikenal Sepi

Ketua RT 1/3, Komplek Jalan Riau Rachmat Budiarto menuturkan bahwa lokasi penusukan memang sepi dan jarang dilintasi.

Racmat juga menjelaskan bahwa gang tersebut hanya memiliki dua pintu masuk yang menjadi penghubung antara perumahan komplek Jalan Riau dengan Jalan Sambu yang merupakan jalur masuk bus ke Terminal Baranangsiang.

Di depan gang sebelah Madjid Raya itu juga biasanya para sopir angkutan kota, dan elf jurusan Sukabumi ngetem untuk menunggu penumpang.

Di sebrang gang sebelah Masjid Raya itu pun ada sebuah saung kecil tempat ojek online mangkal.

"Iya hanya dua pintu masuk yang disini Jalan Riau sama yang diatas itu, karena sepanjang gang ini kiri kanannya semak belukar dan ditutup pagar seng," ucapnya.

Polisi menduga, Pelaku Merupakan Orang Yang Tau Keseharian Korban.

Sementara itu dari hasil rekaman CCTV terlihat pelaku penusukan menunggu di pintu masuk di Jalan riau dengan bersandar ke tembok dekat pagar.

Ia pun tampak memperhatikan siuasi di Komplek Jalan Riau.

Polisi pun menduga bahwa pelaku adalah orang yang mengetahui keseharian korban.

Yang jelas kalau melihat dari cctv pelaku ini hafal betul lokasi itu tau betul dimana korban tinggal,"kata Kapolresta Bogor Kota Kombespol Hendri Fisuer, Rabu (9/1/2019) di Mako polresta Bogor Kota, Jalan Kapten Muslihat.

Dengan adanya hasil rekaman CCTV tersebut polisi bisa melihat gerak gerik pelaku sebelum melakukan aksi biadabnya tersebut.

"Iya pelaku ini hafal betul lokasinya, sehingga dia menunggu dan tau kebiasaan korban, ketika pulang dia tunggu disitu, sudah hafal korban jelas," ujarnya.

Meski demikian hingga saat ini polisi masih belum menemukan pelaku penusukan.

Adanya rekaman CCTV pun tidak banyak membantu karena kondisi kualitas gambar yang kurang jelas.

"Wajahnya tidak begitu jelas resolusinya jauh, wajahnya juga kurang jelas, jadi mengidentifikasinya susah," katanya.

Meski demikian pihak kepolisian akan terus melakukan penyelidikan dan pengembangan dengan menggunakan metode lain untuk bisa mengungkap siapa pelaku pembunuhan pada peristiwa tersebut.

"Dari bukti-bukti elektronik yang kita dapat dari laptop korban dari buku-buku harian, kemudian belum ada mengarah ke siapa siapa, jadi mohon bersabar karena ada beberapa bukti elektronik yang sedang kita lakukan scientific identification, hanphone korban kemudian media-media sosialnya termasuk hal hal lain tentang kebiasaan korban dan kegiatan korban jauh jauh hari sebelum kejadian perlu kita dalami,"
Ucapnya.

Seperti diketahui Noven ditemukan terkapar sekitar pukuk 16.00 WIB, Selasa (9/1/2018) di gang belakang Masjid Raya Kota Bogor di Jalan Riau, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.

Sampai saat ini polisi pun masih terus melakukan penyelidikan dan pengembangan untuk menangkap pelaku pembunuhan.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved