Toko Bunga di Jalan Otista Ini Tak Berharap Untung Banyak Saat Valentine dan Imlek
Seperti di Hari Guru kemarin, pedagang bunga ini menjelaskan, keuntungan yang ia dapatkan tidak banyak.
Penulis: Sachril Agustin Berutu | Editor: Yudhi Maulana Aditama
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Sachril Agustin Berutu
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Jelang Hari raya Imlek dan Valentine tidak menjadikan keuntungan bagi pedagang bunga ini.
Pedagang bunga Rafly Floris yang berjualan di Jalan Otto Iskandardinata (Otista), Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Feri Arifin mengatakan, ia tidak berani mengambil stok bunga secara banyak.
Sebab, ia masih melihat kondisi pasar terlebih dahulu.
"Jualan bunga itu kan musiman, atau ramai di hari tertentu saja. Tapi di Imlek ini, masih sepi. Biasanya sudah mulai banyak yang memesan, tapi sampai sekarang, belum ada pemesanan sama sekali," katanya, Senin (21/1/2019).
Feri mengatakan, ia tidak berani mengambil resiko untuk mengambil stok bunga secara banyak.
Sebab, bila bunga yang diambilnya itu tidak laku, katanya, hal tersebut malah menjadi kerugian baginya.
Hal ini ia katakan karena bunga akan layu.
Seperti di Hari Guru kemarin, pedagang bunga ini menjelaskan, keuntungan yang ia dapatkan tidak banyak.
"Hari Guru kemarin biasanya ramai, sekarang sepi. Makanya belum ada gambaran untuk Imlek dan Valentine ini," ungkapnya.
Dijelaskan Feri, meski penjualan bunga akan ramai pada hari tertentu saja, namun keuntungan yang didapat tidak lah besar.
Seperti Imlek pada 2018 kemarin, pedagang bunga ini mengatakan hanya mendapat untung Rp 2,5 juta saja.
"Dari bunga mawar saja untung bersih cuma dapat Rp 2.000 per tangkainya. Kalau bunga aster hanya Rp 1.500 saja. Makanya jualan bunga itu susah dapat untung besar. Untuk bisa makan saja Alhamdulillah," terangnya.
Oleh karenanya, untuk menyikapi hari raya Imlek dan Valentine nanti, Feri mengaku tidak ingin berspekulasi tinggi.
"Untuk Valentine, saya akan lihat satu minggu sebelum hari H, atau lihat kondisi saja. Kalau minimal sebelum seminggu Valentine masih sepi, engga bakal stok banyak. Begitu juga Imlek. Nanti malah layu kalau ga laku jadi rugi," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/toko-bunga-bogor-tengah.jpg)