118 Kasus DBD Hingga 3 Anak Meninggal Dunia, Dinkes Kota Bogor Kaji Penetapan KLB

Meski demikian Sari mengatakan bahwa peningkatan kasus DBD kali ini belum bisa ditetapkan menjadi kondisi luar biasa (KLB).

118 Kasus DBD Hingga 3 Anak Meninggal Dunia, Dinkes Kota Bogor Kaji Penetapan KLB
TribunnewsBogor.com/Sachril Agustin Berutu
Kepala Seksi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular dan Surveilance (P3MS) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Sari Chandrawati 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Sachril Agustin Berutu

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, TANAHSAREAL - Tiga anak di Kota Bogor meninggal dunia karena demam berdarah (DBD).

Kepala Seksi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular dan Surveilance (P3MS) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Sari Chandrawati mengatakan, dari 1 Januari 2019 sampai Selasa (22/1/2019), Dinkes Kota Bogor mencatat ada 118 kasus DBD di 47 kelurahan di Kota Bogor.

Dari 118 kasus itu, tiga anak berusia 4 tahun meninggal karena penyakit DBD.

"Tiga anak yang meninggal ini dari Kelurahan Tanah Baru, Ciluar, dan Balumbang Jaya," katanya, di Kantor Dinkes Kota Bogor, Tanahsareal, Kota Bogor, Senin (22/1/2019).

Meski demikian Sari mengatakan bahwa peningkatan kasus DBD kali ini belum bisa ditetapkan menjadi kondisi luar biasa (KLB).

Pasalnya, menurut Sari saat ini Dinkes Kota Bogor masih terus melakukan pengkajian terhadap kasus DBD yang terjadi.

Berdasarkan data Dinkes Kota Bogor, ia mengatakan bahwa di 2015, terjadi 1.107 kasus DBD.

Sementara di 2016 naik menjadi 1.125 kasus.

Lalu di 2017 turun menjadi 849 kasus dan pada 2018, turun lagi menjadi 727 kasus.

"Untuk angka kematian akibat DBD, pada 2015 tercatat ada 8 orang yang meninggal. Lalu di 2016 ada 11 orang. Sementara pada 2017 tercatat ada 6 orang meninggal dunia dan 5 orang meninggal di 2018," jelasnya.

Penulis: Sachril Agustin Berutu
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved