Breaking News:

Abu Bakar Baasyir

Pengacara: Abu Bakar Baasyir Tidak Pernah Minta Dibebaskan Tanpa Syarat

Yusril mengatakan bahwa presiden setuju bahwa Abu Bakar Baasyir bebas tanpa syarat dan terpidana kasus terorisme ini pun bersedia dibebaskan.

Tribunnews.com/Naufal Fauzy
Kuasa Hukum Abu Bakar Baasyir, Mahendradata saat berada di Lapas Gunungsindur, Kabupaten Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Pengacara Abu Bakar Baasyir, Mahendradata menceritakan bahwa sebelum kliennya itu ditemui Yusril Ihza Mahendra, Abu Bakar Baasyir memang tenang menjalani masa pidana kurungan di Lapas Gunungsindur Bogor.

Selain itu, pada tahun 2017 lalu, pihak keluarga melalui kuasa hukum mengupayakan bebas bersyarat atau tahanan rumah karena Baasyir sudah lanjut usia namun belum membuahkan hasil.

Namun tiba-tiba pada Jumat (18/1/2019) lalu, Yusril Ihza Mahendra mendatangi Lapas Gunungsindur menemui Abu Bakar Baasyir.

"Mengaku sebagai pengacara (Capres) Jokowi-Maruf Amin dan membawa pesan dari Bapak Presiden Jokowi. Kita lihatnya sebagai presiden," kata Mahendradatta usai berkunjung ke Lapas Gunungsindur Bogor, Rabu (23/1/2019).

Ia menceritakan bahwa saat itu Yusril Ihza Mahendra mengundang sejumlah wartawan untuk jumpa pers di depan lapas.

Kemudian lanjut dia, Yusril mengatakan bahwa presiden setuju bahwa Abu Bakar Baasyir bebas tanpa syarat dan terpidana kasus terorisme ini pun bersedia dibebaskan.

"Tapi ustad (Baasyir) itu tidak pernah minta, bukan minta pada Pak Yusril atau minta ke Pak Presiden, gak pernah, untuk pembebasan tanpa syarat. Kalau gak salah saya diberitahu seorang wartawan bahwa Yusril kenapa kok panggil-panggil wartawan, saya tidak tahu," ungkapnya.

Ia juga mengatakan bahwa pihaknya juga sama sekali tidak tahu alasan lain kenapa Yusril ingin membebaskan Abu Bakar Baasyir walau pun saat itu alasannya adalah aspek kemanusian.

"Ustad menerima janjinya itu, kalau sekarang berubah menjadi bersyarat dan sebagainya tentunya jadi persoalan. Jadi kalau digembar gembor tidak mau tanda tangan A, B dan lain-lain, sampai anti pancasila sebenernya ustad gak mikir ke sana, dulu," ungkapnya.

Namun akhirnya, pembebasan Abu Bakar Baasyir yang dikabarkan akan dilalukan Rabu (23/1/2019) ini batal.

Selain itu saat ini, kata Mahendrata, saat dijenguk di Lapas Gunungsindur Bogor, Abu Bakar Baasyir tampak bingung.

"Jadi saya hanya akan sampaikan saat ini, sekarang ini ustad itu gak banyak ngomong tentang masalah ini. Beliau juga, kelihatannya bingung, beliau hanya menjelaskan bahwa ini sedang tenang-tenang saja di dalem," ungkapnya.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved