Malu Nama Puncak Tercoreng Karena Prostitusi, Anggota Dewan Ini Usulkan Razia di Hotel-Hotel

razia untuk mencari orang-orang yang kerap melakukan tindak asusila tidak hanya dilakukan di villa atau kos-kosan saja, tapi juga akan ke hotel-hotel

Malu Nama Puncak Tercoreng Karena Prostitusi, Anggota Dewan Ini Usulkan Razia di Hotel-Hotel
TribunnewsBogor.com/Sachril Agustin Berutu
Satpol PP Kabupaten Bogor menggelar razia kamar kontrakan di wilayah Cisarua, Puncak, Kabupaten Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Sachril Agustin Berutu

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISARUA - Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bogor Fraksi PPP, Habib Agil bin Salin Alatas mengatakan, sidak untuk mencari dan memberantas prostitusi di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, akan terus dilakukan.

Ia menjelaskan, razia untuk mencari orang-orang yang kerap melakukan tindak asusila tidak hanya dilakukan di villa atau kos-kosan saja, tapi juga akan ke hotel-hotel juga.

Semua tempat, katanya, akan ditelusuri.

Sebab, nama Cisarua sudah buruk di mata masyarakat.

"Kita sudah cukup malu jadi warga Cisarua karena maraknya kemaksiatan di sini. Di negara lain, kabupaten lain, di kota lain, semua kalau menyorot Cisarua, miris. Kawin kontrak, maksiat, perempuan malam lah. Sedangkan mereka semua yang ditemukan dari sidak itu 90 persennya bukan warga asli Cisarua, melainkan pendatang," katanya panjang lebar, ketika di temui di sela-sela Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang), di Kantor Kecamatan Cisarua, Senin (28/1/2019).

Ia menambahkan, semua orang yang terjaring razia ini akan di data dan dipulangkan.

Minuman keras pun, sambungnya, akan dirazia.

Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Habib Agil bin Salin Alatas
Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Habib Agil bin Salin Alatas (TribunnewsBogor.com/Sachril Agustin Berutu)

"Harga mati, tangkap, pulangkan. Enggak ada istilah dispensasi karena merusak moral bangsa. Untuk minuman keras pun tidak hanya di toko-toko atau warung saja, semua tempat akan dilihat," tegasnya.

Habib Agil menjelaskan, tempat-tempat yang ketahuan menjadi sarang prostitusi, yakni hotel, vila, kontrakan, akan dicek Izin Mendirikan Bangunan (IMB)-nya.

IMB mereka, kata Habib Agil, akan ditelusuri dan pemilik tempat tersebut, akan dikenakan sanksi.

"Dia punya IMB tapi menyalahgunakan, jelaz ada sanksi. Bagaimana IMB-nya bisa keluar. Sanksi bisa sampai pencabutan izin," terangnya.

Namun ia mengungkapkan, agar Kabupaten Bogor bebas dari prostitusi dan tetap menjadi Bumi Tegar Beriman, perlu dukungan dari berbagai pihak.

Kabupaten Bogor, katanya, sangat luas dan memiliki 40 kecamatan di dalamnya.

"Kita tunggu mereka pengah dulu. Cape, Biaya besar. Kita akan konsen terus bersama masyarakat, ulama, dan seluruh pihak lainnya untuk menjaga Kabupaten Bogor agat tetap menjadi Tegar Beriman. Hal ini sesuai panca karsa kelima, yaitu keberadaban. Kita tunggu mereka lengah dulu agar tidak kabur saat di razia. Hal ini juga untuk meminimalisir karena biaya sidak ini besar," pungkasnya.

Penulis: Sachril Agustin Berutu
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved