Bukan Wilayah Endemis, Puskemas Cisarua Gencar Sosialisasikan Pemberantasan DBD

Ia mengatakan, Puskemas Cisarua telah melakukan sosialisasi PSN dan Menguras, Mengubur, dan Memberantas (3M) ke seluruh desa di Kecamatan Cisarua.

Bukan Wilayah Endemis, Puskemas Cisarua Gencar Sosialisasikan Pemberantasan DBD
TribunnewsBogor.com/Sachril Agustin Berutu
Puskesmas Cisarua, Puncak, Kabupaten Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Sachril Agustin Berutu

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISARUA - Puskemas Cisarua tetap gencar melakukan penyuluhan DBD kepada masyarakat meski jumlah penderita DBD yang ditanganinya pada 2018 hanya satu kasus.

Kepala Puskesmas Cisarua, Eulis mengatakan, dari surat edaran Bupati Bogor beberapa minggu lalu, seluruh puskemas di Kabupaten Bogor di minta gencar melakukan sosialisasi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) kepada masyarakat.

Masyarakat pun, diminta untuk ikut terlibat dalam pencegahan berkembangnya penyakit DBD.

"Dari sosialisasi ini, digencarkan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J). Jadi masyarakat diminta untuk ikut aktif dalam mencegah perkembangan nyamuk aedes aegypti," katanya, di Puskesmas Cisarua, Selasa (29/1/2019).

Ia mengatakan, Puskemas Cisarua telah melakukan sosialisasi PSN dan Menguras, Mengubur, dan Memberantas (3M) ke seluruh desa di Kecamatan Cisarua.

Meski Cisarua bukan lah daerah endemis, katanya, penyuluhan penanganan DBD terus dilakukan agar nyamuk aedes aegypti di Cisarua, tidak berkembang biak.

"Pada 2018 lalu, Puskesmas Cisarua hanya menangani satu penderita DBD saja, yang merupakan warga Desa Tugu Selatan. Di 2017, tidak ada kasus DBD yang ditangani. Meski status wilayah Cisarua itu sporadis, atau bukan endemis, sosialisasi PSN dan program G1R1J tetap gencar dilakukan," jelas Eulis.

Dari G1R1J ini, setiap satu keluarga di minta menunjuk satu anggota keluarganya untuk menjadi petugas G1R1J.

Mereka yang menjadi petugas G1R1J, harus melakukan PSN dan 3M di lingkungan atau rumahnya minimal satu Minggu sekali.

"Kegiatan G1R1J ini menitikberatkan peran masyarakat. Diharapkan kalau masyarakat sadar, DBD bisa tertangani. Kami juga dari petugas kesehatan pun turut aktif melakukan sosialisasi penyuluhan PSN dan 3M," ungkapnya.

Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved