Abu Bakar Baasyir Bebas

Komentar Maruf Amin Soal Isu Politisasi Pembebasan Abu Bakar Baasyir: Itu Tuduhan Tak Mendasar

Maruf Amin mengatakan kalau jauh sebelum rencana pembebasan Abu Bakar Baasyir tahun ini, dirinya telah mengajukan kepada Jokowi dari jauh hari.

Komentar Maruf Amin Soal Isu Politisasi Pembebasan Abu Bakar Baasyir: Itu Tuduhan Tak Mendasar
KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES
Amir Jamaah Anshorut Tauhid Abu Bakar Baasyir keluar dari ruang pemeriksaan Rumah Sakit Mata Aini, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (29/2/2012). Terpidana perkara terorisme ini menjalani pemeriksaan mata di Rumah Sakit Aini dan rencananya akan menjalani operasi pada mata kanannya. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pembebasan narapidana terorisme Abu Bakar Baasyir urung dilakukan karena terganjal masalah hukum.

Sebelumnya, Presiden Jokowi berencana untuk memberikan Abu Bakar Baasyir bebas bersyarat dari Lapas Gunungsindur, Kabupaten Bogor.

Namun rencana itu tak berhasil karena ada syarat yang tak dipenuhi Abu Bakar Baasyir, yakni dirinya dikabarkan tak mau menandatangani dokumen kesetian terhadap NKRI.

Belakangan muncul tudingan kalau pembebasan Abu Bakar Baasyir dipolitisasi.

Menanggapi tudingan itu, Cawapres Maruf Amin mengatakan kalau jauh sebelum rencana pembebasan Abu Bakar Baasyir tahun ini, dirinya telah mengajukan kepada Jokowi dari jauh hari.

"Sebenarnya jauh sebelum ini, sebelum jadi cawapres saya bertemu pak Jokowi. Berdasarkan keinginan banyak pihak, Abu Bakar Baasyir itu sudah sepuh, sudah sakit-sakitan. Saya ususlkan apa tidak sebaiknya kalau Abu Bakar Baasyir dibebaskan? karena atas dasar kemaunusiaan? Beliau (Jokowi) merespon sangat bagus, setuju dan dia akan cari jalannya," ungkap Maruf Amin dalam tayangan Mata Najwa di channel YouTube Najwa Shihab, Kamis (31/1/2019).

Lanjutnya, saat itu ada opsi kalau Abu Bakar Baasyir bisa dibebaskan melalui pemberian grasi.

Cawapres nomor urut 01, Maruf Amin saat diundang di acara Mata Najwa
Cawapres nomor urut 01, Maruf Amin saat diundang di acara Mata Najwa (Repro Trans 7 Mata Najwa)

Namun, grasi tersebut harus diajukan oleh Abu Bakar Baasyir, namun ternyata Abu Baka Baasyir menolak melakukan itu.

Maruf Amin pun mengatakan kalau rencana pembebasan Abu Bakar Baasyir ini bukan bertujuan untuk menaikkan elektabilitas di Pilpres 2019.

Diisukan Sebagai Alat Politik, Maruf Amin: Itu Namanya Meremehkan

Maruf Amin Hanya Bicara 4 Menit, Guntur Romli Janjikan Kejutan di Debat Cawapres dengan Sandiaga Uno

Rencana Jokowi ini memang murni untuk kemanusiaan dan keinginan Jokowi sendiri.

Halaman
1234
Penulis: yudhi Maulana
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved