Breaking News:

Buni Yani Nyatakan Siap Mati Lakukan Pembelaan

Buni Yani tidak main-main. Ia bilang tidak hanya siap dipenjara, tapi juga siap mati.

Editor: Damanhuri
ANTARA FOTO/AGUS BEBENG
Terdakwa kasus dugaan pelanggaran UU ITE, Buni Yani mengikuti persidangan dengan agenda pembacaan tuntutan di Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (3/10). Buni Yani, dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) selama dua tahun penjara serta dikenakan denda Rp100 juta dengan subsider tiga bulan kurungan. ANTARA FOTO/Agus Bebeng/foc/17.(ANTARA FOTO/AGUS BEBENG) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -  Buni Yani tidak main-main. Ia bilang tidak hanya siap dipenjara, tapi juga siap mati. Bahkan, ia mengaku sudah bermubahalah, jika ia melakukan seperti yang dituduhkan, ia siap diazab masuk neraka abadi!

Terdakwa pengedit video Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok, Buni Yani menyatakan, dirinya siap mati untuk memperjuangkan kebenaran yang diyakininya benar.

Hal itu dikatakannya saat meminta dukungan Pimpinan Pondok Pesantren Al Barkah, Komando Ulama Pemenangan Prabowo-Sandiaga, Abdul Rosid Syafi'i, di Masjid Albarkah, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (1/2/2019).

"Kalau saya sudah berani mati bapak ibu. Takbir! Jangankan masuk penjara, saya berani mati. Enggak ada urusan. Ini kampung halaman saya di Jakarta," ucap Buni Yani di lokasi.

Namun demikian, Buni Yani mengetahui bahwa perjuangan yang dilakukannya tak bisa serta merta dilakukan dengan cara mengangkat senjata.

Buni Yani pun memahami bahwa negara Indonesia berlandaskan pada hukum dan ketetapan yang berlaku.

"Kata KH Abdul Rosid, sebesar-besarnya fitnah itu kita cegah menggunakan tangan. Tapi di sini bagaimana caranya kita mencegah dengan tangan? Saya ingin mencegahnya dengan tangan. Tapi, apakah saya harus bawa senjata, lalu kemudian melakukan hal yang tidak diperbolehkan di negara ini? Karena itu saya minta petunjuk Pak Kyai," kata Buni Yani.

Buni juga mengatakan, hingga kini ia pun merasa tak melakukan editing terhadap video Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok.

Buni Yani pun bersumpah siap diazab apabila melakukan hal itu.

"Saya sudah bermubahalah kalau saya melakukan seperti editing pemotongan dokumen elektronik sesuai Pasal 32 ayat 1 Undang-Undang ITE, maka saya bilang ya Allah berikan saya azab sebesar besarnya. Dan abadi di neraka, tolong aminkan," ucap Buni Yani

"Dan bila saya betul dan mereka yang berbohong, maka biarkan azab itu kembali ke mereka, ke para buzzer, pendukung Jokowi, pendukung Ahok, polisi, jaksa dan juga hakim. Saya sudah lebih berkali-kali sudah melakukan itu. Dan itu sudah katakan berulang kali untuk mengetuk hati mereka, bahwa saya tidak melakukan apa yang dituduhkan," ungkap Buni Yani. (abs)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved