RUU Permusikan Tuai Kritikan, Anang Hermansyah Ungkap Kronologi Pembuatannya

Dalam perjalanannya, kata Anang Hermansyah, efektivitas patroli pemberantasan pembajakan yang dilakukan polisi tidak efektif.

RUU Permusikan Tuai Kritikan, Anang Hermansyah Ungkap Kronologi Pembuatannya
Kompas.com/Kurnia Sari Aziza
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) sekaligus musisi, Anang Hermansyah, saat ditemui di Balai Kota, Senin (11/4/2016). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Anggota Komisi X DPR RI Anang Hermansyah menanggapi kritik dari beberapa musisi terkait isi dari draf RUU Permusikan.

Anang Hermansyah yang juga musisi kemudian menjelaskan kronologi pembentukan RUU Permusikan tersebut hingga upaya yang telah dilakukan oleh para anggota Komisi X DPR RI.

"Saya bersyukur atas respons dan kritik terhadap RUU Permusikan. Ini berarti ada kepedulian dari stakeholder atas keberadaan RUU ini," ujar Anang Hermansyah dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (1/2/2019).

Anang Hermansyah mengatakan bahwa keberadaan RUU Permusikan bermula dari Kaukus Parlemen Anti Pembajakan yang diinisiasikan oleh politisi lintas fraksi pada Maret 2015.

Mereka berkeliling ke beberapa pihak mulai ke Presiden, Kapolri, Jaksa Agung, dan pengecekan langsung ke lapangan.

Dalam perjalanannya, kata Anang Hermansyah, efektivitas patroli pemberantasan pembajakan yang dilakukan polisi tidak efektif.

Akhirnya, kata Anang Hermansyah, muncul ide regulasi berupa RUU Tata Kelola Musik.

"Namun pada akhirnya nomenklatur yang dipilih adalah RUU Permusikan," kata dia.

Limbad Sempat Diganggu saat Tidur di Kuburan, Raditya Dika Kaget Dengar Penyebab Kematian Pemiliknya

Pada 7 Juni 2017, komunitas musik yang tergabung dalam Kami Musik Indonesia (KAMI) datang ke Badan Legislasi (Baleg) DPR dan mengusulkan regulasi bidang musik.

DPR dan Kami mendukung keberadaan RUU Permusikan.

Halaman
12
Editor: khairunnisa
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved