Breaking News:

Pilpres 2019

Jelang Pilpres 2019, Jokowi Minta Masyarakat Jaga Optimisme

Jokowi meminta kepada masyarakat untuk menjaga optimisme dalam rangka menghadapi tantangan yang besar guna menjadi negara maju.

Editor: Damanhuri
Kompas.com
Presiden Joko Widodo menyapa warga sekitar Tambora setelah meninjau kegiatan Pemodalan Nasional Madani alias PNM di Lapangan Bola Perisma, Kelurahan Kalianyar, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Rabu (8/1/2019). PNM yang akan ditinjau Presiden, yakni PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera). PNM Mekaar menekankan pada sisi membantu ibu-ibu prasejahtera menjadi sejahtera dengan cara memberi modal usaha dengan bantuan pelatihan serta pengembangan usahanya lewat bisnis usaha.(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG 

"Ada sebanyak 17 Universitas yang tergabung dalam Alumni Koalisi Diponegoro yang mana berisikan intelektual-intelektual yang ada di wilayah Jawa Tengah dan di luar Jawa Tengah dengan total kalau dikumpulkan mencapai sekitar 20.000 orang," katanya.

Witjaksono menuturkan, pihaknya sudah melakukan kajian-kajian yang mendalam, kenapa memilih Jokowi.

Ada beberapa alasan terutama antara lain soal infrastruktur, jalan tol, bandara dan lain-lain yang mempersingkat laju transportasi serta distribusi barang.

"Kita sudah survei dari Jakarta sampai Semarang yang awalnya kota-kota kecil dipikir akan mati ketika dilewati dengan membangunan jalan tol ternyata tidak, justru semakin ramai karena industri disana berjalan," paparnya.

Menurut dia, Jokowi sejak 4 tahun terakhir juga concern membangun perumahan rakyat khususnya untuk golongan menengah bawah.

Dimana satu komitmen pemerintah adalah program sejuta rumah.

Selain itu, adanya tol laut yang mendorong penyamaan harga antara Pulau Jawa, Sumatera, Papua serta berbagai wilayah di Indonesia.

"Itu adalah kerja nyata, belum lagi poin-poin yang lain. Karena hal itu kita tetapkan Koalisi Alumni Diponegoro untuk memilih pasangan paslon no 1 yaitu Jokowi-Makruf Amin dalam Pilpres dan Cawapres untuk periode 2019-2024," ujarnya.

Sedangkan, Deklarator Koalisi Alumni Diponegoro Akhmad Muqowam mengatakan, diadakanya acara tersebut beawal dari proses kritis yang dilakukan secara bersama-sama di Himpunan Perguruan Tinggi (Himpuni) yang terdiri dari 38 perguruan tinggi di Indonesia.

"Himpuni secara kelembagaan menyerahkan kepada masing-masing, jadi proses berlanjut sampai dengan deklarasi yang dilakukan hari ini bukan atas nama IKA Undip atau IKA Perguruan Tinggi lainnya tapi atas nama individu-individu alumni yang berada di Himpuni, sehingga kita tidak membawa organisasi tidak juga Undipnya," katanya.

(Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono) 

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved