Mengenal Lebih Dekat Sosok Prabowo Subianto, Asal-Usul Joget Gatotkaca Hingga Dirikan Universitas

Menurut Prabowo, kakek yang dipanggilnya "Eyang" itu selalu menekankan agar Prabowo memiliki sifat kesatria seperti Gatotkaca.

Mengenal Lebih Dekat Sosok Prabowo Subianto, Asal-Usul Joget Gatotkaca Hingga Dirikan Universitas
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Prabowo menghadiri undangan kopdar Forum Gabungan Roda 02 (Forgab) di lapangan parkir Sirkuit Sentul, Kabupaten Bogor, Minggu (16/12/2018). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Tokoh wayang Gatotkaca memiliki arti tersendiri bagi calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Sosok kesatria dalam epos Mahabharata itu selalu mengingatkan Prabowo pada kakeknya, Margono Djojohadikusumo.

Margono selalu gembira ketika Prabowo kecil datang mengunjunginya.

Saking gembiranya, Margono lantas menari seperti penari sendratari untuk menyambut cucunya itu.

Ia memasang kuda-kuda sambil meliukkan kedua tangannya, kemudian menyebut Prabowo sebagai Gatotkaca.

Selain menunjukkan kegembiraan, berjoget seperti Gatotkaca juga menjadi cara Margono mengenalkan budaya dan falsafah Jawa kepada Prabowo.

Menurut Prabowo, kakek yang dipanggilnya "Eyang" itu selalu menekankan agar Prabowo memiliki sifat kesatria seperti Gatotkaca.

"Eyang saya selalu didik saya, Prabowo kamu adalah Gatotkaca," ucap Prabowo saat berbincang dengan wartawan di kediaman pribadinya, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/2/2019) malam.

"Itu mungkin cara orang tua menurunkan nilai-nilai. Dari kecil kan selalu dibilang Gatotkaca harus bela yang lemah, harus berani," tambah dia.

Soal Tudingan Jokowi Libatkan Cucu Dalam Kampanye, Jubir Prabowo-Sandi: Kita Senang Dengan Jan Ethes

Jubir TKN 01 Keceplosan Jokowi Banyak Intel, Kubu Prabowo-Sandi Ungkap Pengakuan Konsultan Amerika

Kegemaran kakeknya berjoget saat merasa gembira itu akhirnya menjadi kebiasaan dalam keluarga.

Menurut Prabowo, ayahnya, Soemitro Djojohadikusumo, juga suka berjoget.

Apalagi, saat menerima kabar baik.

Kegemaran berjoget akhirnya menular ke Prabowo.

Tak heran jika belakangan tampil di depan publik, Prabowo tak segan untuk berjoget meniru gerakan wayang Gatotkaca.

"Makanya kalau gembira itu joget-joget, sudah turun-temurun di keluarga saya. Jadi kalau kakek ketemu saya, dia joget kayak wayang itu," ujar Prabowo.

Pasangan calon presiden nomor urut 1, Joko Widodo beserta pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno berjabat tangan setelah debat pilpres pertama di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019). Tema debat pilpres pertama yaitu mengangkat isu Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme.
Pasangan calon presiden nomor urut 1, Joko Widodo beserta pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno berjabat tangan setelah debat pilpres pertama di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019). Tema debat pilpres pertama yaitu mengangkat isu Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme. (KOMPAS.com/GARRY LOTLUNG)

Mendirikan universitas dan klub sepak bola

Meski menjadi calon presiden sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, ternyata Prabowo juga memiliki cita-cita di luar dunia perpolitikan yang ingin ia wujudkan.

Ia ingin sekali mendirikan sebuah universitas yang kualitasnya sejajar dengan universitas-universitas terkemuka di luar negeri.

Prabowo mengaku saat ini dirinya tengah mendirikan sebuah kampus yang diberi nama Universitas Kebangsaan Republik Indonesia di Bandung, Jawa Barat.

Ia berharap universitas tersebut menjadi salah satu lembaga pendidikan tinggi yang terhebat se-Asia Tenggara.

"Ya, saya ingin universitas ini jadi Oxford-nya indonesia atau Harvard-nya Indonesia," tutur Prabowo.

Cita-cita lain yang ingin ia wujudkan adalah memiliki klub sepak bola.

Soroti Kalimat Direvisi Sang Bandar, Anak KH Maimoen Anggap Fadli Zon Turunkan Derajat Mbah Moen

Anak KH Maimoen Zubair Pimpin Doa di Depan Pengurus PPP, Minta Prabowo Jadi Pemimpin

Keinginannya ini berawal dari rasa kesal karena melihat Tim Nasional Indonesia belum juga berhasil ikut kompetisi Piala Dunia.

Bahkan, ia yakin, jika terpilih menjadi presiden, ia mampu membangun tim nasional terbaik yang mampu berlaga di Piala Dunia.

"Saya percaya Indonesia bisa. Saya percaya. Ini semua hanya masalah leadership," tutur Prabowo.

Mantan Komandan Jenderal Kopassus itu merasa Indonesia mampu untuk mencapai berbagai prestasi bergengsi di kancah internasional.

Ia pun menceritakan pengalamannya mendirikan Nusantara Polo Club.

Saat awal berdirinya, Prabowo merekrut anak-anak muda dari berbagai daerah untuk belajar berkuda dan bermain polo.

Umumnya mereka berasal dari keluarga dengan ekonomi rendah.

Setelah dilatih selama berbulan-bulan, tim itu berhasil menjuarai berbagai kompetisi, di dalam maupun luar negeri. Menurut Prabowo, tim polo yang ia bina berhasil mengalahkan sejumlah negara di Asia, seperti Malaysia dan Brunnei Darussalam.

Bahkan, dalam sebuah kompetisi di Thailand, tim polo tersebut berhasil mengalahkan tim dari India.

Padahal, India merupakan negara yang menciptakan olahraga polo modern.

"Akhirnya saya ada kepuasan, bangsa Indonesia bukan bangsa yang bisa diinjak-injak. Bangsa kita adalah bangsa yang sederajat dengan bangsa terbaik di dunia," kata Prabowo.

"Jadi kita dalam banyak peristiwa kita bisa unggul. Masalahnya adalah leadership. Kalau pemimpin andal, saya percaya kita bisa berbuat banyak," ujar Prabowo.

Infografik Profil Prabowo Subianto
Infografik Profil Prabowo Subianto (KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo)

(Kompas.com)

(Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sisi Lain Prabowo Subianto, dari Joget Gatotkaca hingga Cita-cita Ikut Piala Dunia")

Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved