Laporan dari Jepang

Kerennya JAL Sky Museum Jepang, Seperti Ini Penampakannya

Japan Airlines memiliki sekitar 200 pesawat jenis Boeing berbagai jenis dan telah melayani jutaan penumpang.

Penulis: Soewidia Henaldi | Editor: Soewidia Henaldi
TribunnewsBogor.com/Soewidia Henaldi
JAL Sky Museum, Tokyo, Jepang. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Begitu menginjaka kaki di Bandara Narita, Tokyo, Jepang, udara dingin langsung menyergap tubuh.

Jaket tebal yang digunakan rasanya tidak cukup menahan dinginnya Tokyo pagi itu.

Terbang bersama Japan Airlines (JAL) dan didukung oleh Japan National Tourism Organization (JNTO), TribunnewsBogor.com (Tribun Network), berkesempatan mengunjungi sejumlah lokasi di Jepang termasuk JAL Sky Museum.

Japan Airlines merupakan maskapai terbesar dan terbaik di Jepang.

Berdiri sejak 1951, TribunnewsBogor.com juga mendapatkan kesempatan melihat dari dekat hanggar pesawat tersebut pada Senin (11/2/2019) lalu.

JAL Sky Museum berada di depan Terminal 1, Tokyo International Airport atau lebih dikenal dengan Bandara Narita.

Untuk bisa berkunjung ke JAL Sky Museum, pengunjung harus lebih dulu membuat janji lewat web JAL Sky Museum.

Museum ini terbuka untuk umum namun, lebih banyak dikunjungi turis domestik.

Untuk bisa masuk ke lokasi JAL Sky Museum, setiap pengunjung diberikan tanda pengenal dengan kalung bertuliskan Japan Airlines.

Di tiap kartu terdapat barcode yang berfungsi sebagai tiket masuk.

JAL Sky Museum, Tokyo, Jepang.
JAL Sky Museum, Tokyo, Jepang. (TribunnewsBogor.com/Soewidia Henaldi)

Wisatawan akan langsung diarahkan ke lantai 3 di ruang seminar.

Layaknya sebuah kelas, wisatawan diberi berbagai informasi tentang maskapai Japan Airlines.

Seorang petugas Japan Airlines menjelaskan, JAL memiliki 230 pesawat yang masih beroperasi.

Jika sebelumnya pesawat yang digunakan adalah jenis Boeing 777, sekarang JAL sudah berganti menggunakan Boeing 787.

Museum ini juga menjelaskan tentang berbagai jenis pesawat yang digunakan oleh JAL, salah satunya Boeing 777.

Kursi yang disediakan di penerbangan International adalah 244 bangku dan penerbangan domestic 500 bangku. Keunggulan dalam penerbangan domestik adalah wifi gratis yang masih ada sampai sekarang.

"Pesawat ini butuh kecepatan untuk take off yaitu 300 km/jam, dan saat cruising atau level flight kecepatannya 900-1000 km/jam," ujar Inoue-san, seorang pemandu dari JAL Sky Museum.

Sedangkan kecepatan saat landing 250 Km/jam.

Inoue-san menjelaskan, untuk perakitan pesawat sendiri membutuhkan waktu 2-3 minggu. Karena hanya butuh dirakit saja. Sedangkan pembuatan bagian-bagiannya dari negara lain.

"Kalau boeing 737 cuma 7 hari karena lebih kecil," ujar Inoue-san.

Setelah mendapatkan penjelasan mengenai spesifikasi pesawat, TribunnewsBogor.com dan pengunjung lain diberikan kesempatan untuk melihat ruangan JAL Sky Museum.

Di lokasi aula, bisa dilihat berbagai macam miniatur pesawat-pesawat yang digunakan JAL dan sistem operasi pesawat.

Termasuk ruang kokpit dan berbagai jenis pakaian pramugari JAL.

Penjelasan berupa gambar dan uraian pun disertakan di samping bagian-bagian pesawat atau sistem layanan.

Biar seru, pengunjung diberikan kesempatan untuk berfoto menggunakan pakaian awak kabin seperti pilot dan pramugari.

Di JAL Sky Museum juga dipamerkan bangku pesawat yang pernah digunakan oleh kasir Jepang pada saat itu, termasuk foto-foto saat penerbangan.

Hanya saja pengunjung dilarang untuk mengambil gambar bangku kaisar tersebut.

Hanggar JAL

Dari JAL Sky Museum, TribunnewsBogor.com diizinkan untuk melihat hanggar pesawat jenis Boeing.

Di hanggar, ada 3 buah pesawat yang sedang dalam pemeliharaan rutin.

"Pesawat dicek tiap 2 tahun sekali, lama pengecekan biasanya 10 hari dengan masa pakai 25 tahun," kata Inoue-san.

Hanggar Japan Airlines, Tokyo, Jepang
Hanggar Japan Airlines, Tokyo, Jepang (TribunnewsBogor.com/Soewidia Henaldi)

Sebelum masuk ke hanggar, wisatawan wajib mengenakan helm sebagai ketentuan memasuki areal hanggar.

"Wisatawan boleh berfoto dengan latar pesawat JAL, tapi harus lihat-lihat. Ada daerah yang tidak boleh diinjak," katanya.

Dari lokasi hanggar, pengunjung bisa langsung melihat pesawat take-off dan landing.

Jika kamu berlibur ke Jepang dan ingin melihat JAL Sky Museum, dari Bandara Narita bisa menggunakan bus atau monorail dan turun di Stasiun Shinseibijo dengan tiket 160 Yen atau sekitar Rp 19 ribu per/orang.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved