Fadli Zon: Kalau Pemerintah Sabar, Bisa Akusisi Freeport Tanpa Keluarkan Uang

Menurutnya informasi pertemuan tersebut membuat publik bertanya-tanya apakah proses akuisisi tersebut membuat Indonesia untung atau sebaliknya.

Fadli Zon: Kalau Pemerintah Sabar, Bisa Akusisi Freeport Tanpa Keluarkan Uang
Tribunnews
Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai pernyataan mantan Menteri ESDM Sudirman Said yang menyebut adanya 'pertemuan rahasia' Jokowi dengan bos besar Freeport McMoran Inc, James R Mofet bisa menjadi pintu masuk untuk mempertanyakan akuisisi saham Freepot oleh Indonesia melalui PT Inalum.

Menurutnya informasi pertemuan tersebut membuat publik bertanya-tanya apakah proses akuisisi tersebut membuat Indonesia untung atau sebaliknya.

Karena menurut Fadli bila pemerintah sabar, tidak perlu mengeluarkan dana sebesar US$ 3,85 miliar atau Rp 55,8 triliun untuk menguasai 51,2 persen saham Freepot.

"Jangan sampai klaim klaim belakangan ini, sebernaya dirugikan. Kita ingin mengetahui latar belakangnya. Ini menjadi informasi penting dari pak Sudirman Said. Apakah benar benar dari akusisi freeport, kita untung atau sebaliknya. Padahal kalau sabar, kita bisa kuasai tanpa keluar uang," katanya di Kompleks Parlemen, Kamis (21/2/2019).

Oleh karena itu Fadli meminta Presiden Jokowi mengklarifikasi sejelas-jelasnya, tudingan mantan menteri ESDM Sudirman Said mengenai adanya 'pertemuan rahasia' itu.

Sehingga menurutnya, masyarakat dapat menilai pernyataan siapakah yang jujur.

"Ya menurut saya perlu ada klarifikasi ya. Mana yang benar gitu apakah pak Sudirman Said yang berkata benar atau pak Jokowi yang sudah klarifikasi bahwa pertemuan itu tidak ada. Nantikan mungkin salah satu ada yang tidak akurat," kata Fadli.

Jangan sampai menurut Fadli akusisi Freeport yang selama digembar-gemborkan pemerintah ternyata merugikan bangsa Indonesia. Karena sebelum akuisisi ada latar belakang perjalanan negosiasi dengan pihak Freeport yang tidak terendus.

Fadli mengaku lebih percaya apa yang diungkapkan SudirmanSaid ketimbang klarifikasi singkat dari Jokowi.Karena menurutnya Sudirman saat itu merupakan menteri ESDM yang tahu betul perpanjangan kontrak freeport.

"Walaupun saya lebih percaya kepada  pak Sudirman Said ya. Karena pak Sudirman said kan yang waktu itu menjadi menteri ESDM saya kira tahu persoalan yang lebih teknis," pungkasnya.

Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved