Breaking News:

Polisi Kumpulkan Bukti Dugaan Persekusi Jurnalis di Acara Munajat 212 di Monas

Polisi memastikan akan mendalami kasus dugaan persekusi yang dialami beberapa jurnalis saat meliput kegiatan Munajat 212 di kawasan Monas.

Kompas.com
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (22/12/2018).(KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Polisi memastikan akan mendalami kasus dugaan persekusi yang dialami beberapa jurnalis saat meliput kegiatan Munajat 212 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Kamis (21/2/2019) malam.

Diduga, persekusi dilakukan oleh sebagian massa Munajat 212.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, polisi sudah memeriksa dua orang saksi serta memintakan hasil visum salah satu saksi yang merupakan korban dalam kasus ini.

Hal itu untuk mengumpulkan bukti dan petunjuk awal untuk menyelidiki kasus ini.

"Jadi Polres Jakpus sudah menerima laporan kasus dugaan persekusi ini. Kemudian tindak lanjutnya, sudah memeriksa 2 saksi, yakni saksi pelapor dan temannya. Kemudian juga sudah memintakan visum," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Senin (25/2/2019).

Dari hasil keterangan dua saksi dan hasil visum yang didapat itu, kata Argo, penyidik akan menentukan langkah selanjutnya.

"Nanti kita tunggu pemeriksaan berikutnya," kata Argo.

Seperti diberitakan, dalam laporan polisi nomor 358/K/II/2019/ Resto Jakpus, tertanggal 22 Februari 2019, wartawan detik.com, Satria Kusuma, melaporkan adanya kekerasan yang dialaminya oleh sekelompok orang ke Polres Jakarta Pusat.

Kekerasan dan intimidasi dialami Satria saat sedang meliput acara Munajat 215 di kawasan Monas. (bum)

 

Editor: Damanhuri
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved