Garis Kejut Depan Kantor Dishub Kabupaten Bogor Bahayakan Pengendara, Bentuknya Mirip Polisi Tidur

Garis kejut di Jalan Raya Jakarta - Bogor kawasan Sukaraja, Kabupaten Bogor terpantau cukup berbahaya bagi pengendara.

Garis Kejut Depan Kantor Dishub Kabupaten Bogor Bahayakan Pengendara, Bentuknya Mirip Polisi Tidur
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Garis kejut di Jalan Raya Jakarta-Bogor tepatnya depan Kantor Dishub Kabupaten Bogor yang berlokasi diwilayah Sukaraja, Kabupaten Bogor mirip seperti polisi tidur. Pengendara pun harus berhati-hati saat melintas, Selasa (26/2/2019) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, SUKARAJA - Pita penggaduh atau garis kejut di Jalan Raya Jakarta - Bogor tepatnya depan Kantor Dishub Kabupaten Bogor yang berlokasi diwilayah Sukaraja, Kabupaten Bogor bahayakan pengguna jalan.

Pentauan TribunnewsBogor.com, Selasa (26/2/2019), garis kejut yang dipasang berjajar ini mirip seperti polisi tidur yang cukup tinggi.

Padahal diketahui bahwa pita penggaduh atau garis kejut dibuat untuk memberi peringatan kepada para pengendara seperti di jalan tol, berbeda dengan polisi tidur yang untuk memperlambat pengendara.

Kondisi ini pun nayris membuat pengendara celaka khusunya pengendara roda dua ketika melintasi titik itu.

Menurut Plt Kadishub Kabupaten Bogor, Supriyanto, garis kejut tersebut sudah standar seperti di ruas tol.

"Sebenernya udah standar, coba bandingan sama jalan tol," kata Supriyanto kepada TribunnewsBogor.com.

Menurutnya, garis kejut yang berada di dekat kantornya itu bukan karena telalu tinggi.

Ia berkilah, itu akibat kondisi aspal yang tergerus air sehingga saat ini bentuknya menyerupai tanggung yang dipasang berjejer ditengah jalan raya.

"Jadi itu permasalahannya aspalnya, gak tahu, kayak tergerus air, aspalnya tergerus. Pita penggaduh yang lain gak kenapa-kenapa," ungkapnya.

Dari pengamatan TribunnewsBogor.com, kondisi garis kejut yang menyerupai tanggul itu bukan hanya disatu sisi jalan saja.

Namun, di dua sisi jalan yang berbeda yang memang sangat membayakan pengendara khususnya sepeda motor.

Bahkan, akibat terlau tingginya garis kejut yang terpasang, tak jarang terjadi antrean kendaraan lantaran harus menurunkan laju kecepatannya saat melintasi lokasi itu.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved