Kasus Slamet Maarif Dihentikan Polisi, Ini Komentar Ketua Bawaslu RI

Abhan, heran dengan keputusan pihak kepolisian menghentikan kasus dan mencabut status tersangka Ketua Persaudaraan Alumni 212, Slamet Maarif.

Kasus Slamet Maarif Dihentikan Polisi, Ini Komentar Ketua Bawaslu RI
Yanuar Nurcholis Majid/Tribunnews.com
Slamet Ma'arif saat berbicara mengenai persiapan kepulangan Habib Rizieq di Kantor DDII, Jakarta Pusat, Selasa (20/2/2018). 

Kendati punya anggapan demikian, Bawaslu tidak bisa berbuat banyak karena kasus tersebut sudah dilimpahkan kepada pihak kepolisian.

"Ini sudah menjadi kewenangan penyidik dan nanti setelah penyidikan selesai kan kewenangan penuntut umum, jaksa. Bawaslu sudah mengawal ini udah selesai proses pembahasan 1, 2, dan 3," pungkasnya.

Sebelumnya, polisi menghentikan kasus dugaan tindak pidana pemilu yang menjerat Ketua Persaudaraan Alumni 212, Slamet Ma'arif.

Slamet sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Surakarta.

Alasannya kasus dihentikan adalah berdasarkan keputusan rapat antara kepolisian, pihak KPUD dan sentra Gakkumdu Kota Solo.

Selain itu, Slamet tidak memenuhi panggilan polisi sebanyak dua kali.

Sedangkan kepolisian hanya memiliki batas waktu 14 hari kerja dalam mengusut kasus tindak pidana pemilu.

 (tribunnews.com, Danang Triatmojo)

Editor: Damanhuri
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved