Menteri ESDM : Penggunaan Jargas Rumah Tangga Bisa Menekan Impor Gas

Jonan menjelaskan bahwa penggunaan gas di dalam negeri mencapai sekitar 6,5 - 6,7 ton per tahun.

Menteri ESDM : Penggunaan Jargas Rumah Tangga Bisa Menekan Impor Gas
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, mengatakan bahwa penggunaan jaringan gas rumah tangga bisa menekan impor gas.

Jonan menjelaskan bahwa penggunaan gas di dalam negeri mencapai sekitar 6,5 - 6,7 ton per tahun.

Sedangkan produksi dalam negeri per tahunnya sekitar 2,5 ton sehingga sisanya datang dari impor.

"Sekitar 4,2 juta ton setiap tahun diimpor, itu nilainya besar sekali mungkin mencapai hampir Rp 50 triliun," kata Jonan dalam peresmian jargas bersama Perusahaan Gas Negara (PGN) di Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (27/2/2019).

Ia mengatakan bahwa dengan menggunakan produk gas dalam negeri bisa lebih hemat karena tidak membebani neraca perdagangaan seperti impor gas pada elpiji.

"(Rp 50 triliun) Ini sayang uangnya. Kalau bisa hemat dengan menggunakan gas produksi dalam negeri," ungkapnya.

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Dilo Seno Widagdo, mengatakan bahwa pihaknya kini juga menambah jaringan gas untuk rumah tangga dan pelanggan kecil (Jargas) untuk wilayah operasi Bogor, Serang, dan Cirebon.

“Perluasan Jargas ini adalah upaya bersama untuk memperluas dan pemerataan pemanfaatan kekayaan alam negeri ini,” ujar Dilo.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved