Breaking News:

Lawan Hoaks Tanpa Gaduh

Tak bisa dipungkiri, bahwa saat ini masyarakat, termasuk kaum milenial, masih kesulitan membedakan mana informasi yang hoaks dan bukan.

Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Damanhuri
(KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN)
Berita palsu atau bohong (hoaks) kini banyak bertebaran di dunia maya. Masyarakat diimbau dapat memilah berita asli dan berita hoaks dengan memverifikasi melalui sumber-sumber tepercaya. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Senin (18/2/2019) pagi, bunyi notifikasi di ponsel dan suara azan di masjid saling beradu kencang di telinga. Ternyata waktu telah menujukkan pukul 04.30 WIB, dan langit di luar kamar masih tampak gelap.

Tak biasanya bunyi notifikasi ponsel yang sejak malam lupa dimatikan, seramai itu di pagi hari. Bunyi itu terdengar sangat mengganggu di telinga. Apalagi semalam habis menyaksikan debat di tv.

Rupanya berbagai informasi seputar Debat Capres putaran kedua pada Minggu (17/2/2019), berdampak besar pada bunyi ponsel di pagi ini.

Berbagai informasi dari pendukung kedua kubu mendominasi notifikasi di Senin pagi itu. Di mana isi informasinya pun belum bisa dipastikan kebenarannya.

Beralih ke media sosial Twitter, Instagram dan Facebook, informasi itu juga masih terus dibahas, pendukung kedua kubu saling menuding lawannya sebagai penyebar hoaks.

Memang, di tahun politik ini isu hoaks semakin ramai dan tak terkendali. Entah dari mana berhembusnya, kedua kubu pun saling menuding lawannya sebagai pencipta hoaks.

Mengutip tweet Budayawan Sudjiwo Tedjo di akun Twitternya @sudjiwotedjo, kedua kubu saling menuding pembuat hoaks, padahal keduanya juga yang memproduksi hoaks.

Tak perlu dijabarkan lagi, berbagai kasus hoaks sepanjang tahun politik ini sudah banyak terjadi. Ada yang masih rajin membuat ide-ide hoaks lainnya, seperti sedang merakit bom. Bahkan ada juga yang sudah berakhir di balik jeruji besi.

Hoaks ini tampaknya sudah seperti virus yang menggerogoti nalar manusia, dalam berpikir dan menghargai cara pandangan orang lain. Sudah jadi rahasia umu, banyak permusuhan yang terjadi akibat isu hoaks yang dimunculkan.

Di grup WhatsApp, tak sedikit teman dengan teman saling bermusuhan, adik dan kakak saling perang dingin, tetangga tak saling menyapa, bahkan jasad yang sudah lama dikubur pun terpaksa harus angkat kaki dari hunian terakhirnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved