Begini Cara Mendeteksi Cuaca Buruk Akibat Awan Kumulonimbus
BMKG Dramaga, Hadi Saputra, mengatakan bahwa pada musim penghujan ini semua wilayah di Bogor Raya berpotensi terjadi cuaca buruk
Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Damanhuri
Laporan Wartawan TribunnewaBogor.com, Naufal Fauzy
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Kasi Data dan Informasi BMKG Dramaga, Hadi Saputra, mengatakan bahwa pada musim penghujan ini semua wilayah di Bogor Raya berpotensi mengalami cuaca buruk.
Setiap wilayah di Bogor, kata dia, kecamatan memiliki potensi bencana bermacam-macam mulai dari banjir, longsor dan yang lainnya yang diakibatkan cuaca buruk ini.
"Bogor semua wilayah berpotensi, di Bogor macem-macem, entah itu longsor, banjir dan lain-lain," kata Hadi kepada TribunnewsBogor.com, Selasa (5/3/2019).
Ia menjelaskan bahwa cuaca buruk ini diakibatkan oleh awan kumulonimbus yang diprediksi akan terus terjadi sampai April 2019 mendatang.
Untuk mendeteksi kemungkinan adanya cuaca buruk, kata dia, warga Bogor harus waspada dimulai dengan apabila terdengar suara petir.
"Awan kumulonimbus itu kan kedengaran pertama petir dulu, kalau udah ada petir harus sudah waspada, jangan berdiri di bawah papan reklame, di bawah pohon. Itu potensi yang berbahaya ya, kena angin kencang papan reklame dan pohon bisa roboh. Cari tempat yang lain aja yang aman," ungkap Hadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/berawan_20180519_074632.jpg)