Breaking News:

Hari Raya Nyepi - 9 Fakta Unik Mulai Dari Rentetan Budaya Hingga pengaruhnya untuk Bumi

Hari Raya Nyepi merupakan perayaan untuk tahun baru umat Hindu yang didasarkan pada penanggalan atau kalender Caka.

Editor: Yudhi Maulana Aditama
Tribun Bali/ Rizal Fanany
Suasana di kawasan lapangan Puputan Badung, Denpasar, Bali, Rabu (9/3/2016). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Umat Hindu akan merayakan Hari Raya Nyepi besok, Kamis (7/3/2019).

Bali dikenal sebagai pulau yang mayoritas penduduknya beragama Hindu.

Tak heran jika pulau tersebut menjadi sorotan perayaan Nyepi.

Hari Raya Nyepi merupakan perayaan untuk tahun baru umat Hindu yang didasarkan pada penanggalan atau kalender Caka.

Hari Raya Nyepi jatuh pada hitungan Tilem Kesanga (IX) yang dipercayai merupakan hari penyucian dewa-dewa yang berada di pusat samudera yang membawa intisari amerta air hidup.

Sesuai dengan namanya, umat Hindu tidak diperkenankan melakukan berbagai kegiatan, termasuk pelayanan umum kecuali rumah sakit.

Tujuan utama Hari Raya Nyepi adalah memohon ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, untuk menyucikan Bhuana Alit (alam manusia/microcosmos) dan Bhuana Agung/macrocosmos (alam semesta).

Tahun ini, perayaan Nyepi khususnya di Bali diterapkan peraturan baru, yakni layanan internet dimatikan.

Penonaktifan layanan internet tersebut hanya berlaku untuk jaringan internet ponsel.

Baca: Masih Ingat Dylan Sada, Korban Kekerasan Kekasihnya? Kini Ia Beberkan Masa Kelam Kisah Hidupnya

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved