Breaking News:

Bocah Ditemukan Penuh Luka di Kandang Ayam, Ternyata Dianiaya Pengasuhnya

Berdasarkan penyelidikan kepolisian, ternyata terungkap bahwa pelaku penganiayaan terhadap R adalah seorang lelaki berinisial JH (20).

Tribunpekanbaru/RizkyArmanda
Bocah laki-laki berinisial R (11) tampak kondisinya berangsur membaik saat dikunjungi Tribun di ruang perawatan khusus di RS Bhayangkara Polda Riau, Rabu (6/3/2019). 

Namun ia tak memberikan keterangan apa pun terkait kejadian yang dialaminya.

R mendapatkan luka hampir di skeujur tubuhnya, mulai dari kepala, leher, dada, punggung, bahkan sampai dengan alat kelaminnya.

Dilihat dari luka yang didapatkan R, Supriyanto menyebutkan bahwa kekerasan yang dialami R telah terjadi dalam waktu yang berbeda dan tidak secara bersamaan.

"Atau dalam arti lain sudah berulang," jelasnya.

Namun setelah mendapatkan sejumlah perawatan, kondisi R kini sudah mengalami perkembangan.

R sudah dapat diajak berdialog dan sudah bisa makan sendiri.

Akan tetapi, Supriyanto masih akan mengusahakan agar korban mendapatkan penanganan secara psikologis atas apa yang menimpanya.

"Penanganan yang kita berikan bukan hanya medis, tapi psikologisnya juga kita upayakan untuk dikembalikan," ungkapnya.

R bahkan harus dirawat di ruang perawatan khusus untuk meminimalisir kontak dengan pihak yang tak berkepentingan.

Hanya penyidik dan tim medis yang dapat mengunjungi bocah korban penganiayaan pengasuhnya itu.

Dari hasil pemeriksaan, tidak terdapat tanda-tanda kekerasal seksual terhadap R.

Korban justru merasa tak ingin segera meninggalkan rumah sakit.

"Sudah jauh lebih baik kondisinya, malah dia nggak mau pulang,"pungkasnya.

R mengatakan bahwa dirinya sudah lama mendapatkan perlakuan kasar dari pengasuhnya itu.

Ia kerap kali ditempeli dengan sendok panas bahkan dipukuli, baik dengan tangan maupun dengan kayu.

Hingga R merasa tak ingin bertemu lagi dengan JH.

R merasa takut dirinya akan dianiaya lagi.

Berdasarkan keterangan R, makanan yang ia konsumsi bahkan dibatasi oleh pelaku.

"Cuma nasi pakai garam," sebut R, seperti dikutip dari TribunPekanbaru.com, Kamis (7/3/2019).

Ia tak pernah mendapatkan makanan selayaknya yang dikonsumsi bocah seusianya.

"Nggak ada pakai ayam, daging, sayur, nggak ada," terangnya.

Karena itulah kemudian R tampak kurus dan dokter menyebut bahwa ia mengalami kurang gizi.

Kapolsek Tenayan Raya Kompol M Hanafi Tanjung (kiri) saat mengekspos pelaku penganiayaan berinisial JH alias Irwan.
Kapolsek Tenayan Raya Kompol M Hanafi Tanjung (kiri) saat mengekspos pelaku penganiayaan berinisial JH alias Irwan. (TRIBUN PEKANBARU/ISTIMEWA)

Lebih lanjut, terkait penanganan kepada R, Supriyanto tak mampu memastikan berapa lama waktu pemulihan R.

"Tidak bisa kita jelaskan berapa lama, yang jelas kita terus melakukan pemeriksaan menyeluruh, ada beberapa poin yang memang kita harus lakukan secara mendalam," tukas Supriyanto.

Seorang Wanita Ditemukan Tewas Diduga Tersambar Petir, Tubuhnya Terdapat Luka Bakar

Ditemukan Bersimbah Darah, Polisi Masih Selidiki Kasus Tewasnya Dua Warga di Cisarua Bogor

Hal tersebut terjadi lantaran masih ada sejumlah hasil pemeriksaan dari spesialis yang belum keluar.

"Kita juga tengah menunggu beberapa hasil pemeriksaan dari spesialis. Mungkin bisa satu minggu atau lebih pemulihannya, secara pasti tidak bisa ditentukan," paparnya.

Nantinya pihak kepolisian juga akan melakukan koordinasi antara penyidik, Dinas Sosial serta lembaga P2TP2A untuk melakukan pendampingan mental terhadap korban yang masih di bawah umur itu.

"Karena kita memang terbatas untuk itu (pemulihan psikis). Karena menyangkut anak-anak juga, maka harus didampingi oleh yang memang berkompeten," jelas Supriyanto.

Penulis: Laila Zakiyya Khairunnisa  

(Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Bocah 11 Tahun Ditemukan Penuh Luka di Kandang Ayam, Ternyata Korban Penganiayaan Pengasuhnya)

Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved