Seperti Topi, Bentuk Awan Di Atas Puncak Gunung Lawu Viral di Media Sosial
Penampakan awan yang bentuknya unik di atas Gunung Lawu, Jawa Timur membuat masyarakat kaget.
Penulis: yudhi Maulana | Editor: Soewidia Henaldi
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Sore kemarin netizen dihebohkan dengan penampakan awan yang berada di atas Gunung Lawu Magetan, Jawa Timur, Jumat (8/3/2019).
Beberapa netizen pun mengunggah foto kondisi awan di puncak Gunung Lawu, Magetan di media sosial.
Tampak dalam foto itu, awan tersebut seperti melingkar dan membentuk topi di Puncak Gunung lawu.
Berikut foto-foto yang diunggah netizen :

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan dari BMKG terkait fenomena awan di Puncak Gunung Lawu tersebut.
Sebelumnya, fenomena serupa juga pernah terjadi di Gunung Semeru.
Dikutip dari Kompas.com, Puncak "para dewa" itu tertutup awan yang melingkar sehingga membuatnya seperti bertopi.
Kepala Subbagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Sarif Hidayat mengatakan, fenomena itu terjadi pada Senin (10/12/2018). Fenomena itu merupakan fenomena biasa, tetapi jarang terjadi.
"Kejadiannya pada Senin kemarin tanggal 10 Desember 2018. Merupakan fenomena alam biasa yang jarang dan langka terjadi. Secara umum diduga karena adanya perubahan atau pergerakan angin di Puncak Semeru," katanya, Selasa (11/12/2018).
• Meldi Disinggung Jedar soal Status Tersangkanya, Nia Ramadhani Sinis : Masalah Gue Gak Seberat Lu Ya
"Tapi secara pasti apa yang terjadi belum bisa disampaikan sehingga perlu ada penelitian lebih lanjut oleh pihak yang berkompeten," katanya.
• Jari Rafathar Kejepit Pintu hingga Kukunya Lepas, Begini Keadaan Putra Raffi Ahmad Sekarang
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan, fenomena itu terjadi lantaran tertutup awan jenis lentikularis atau altocumulus lenticularis.

Awan tersebut terbentuk karena pusaran angin di puncak.
"Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, bertopi. Puncak gunung tertutup awan jenis lentikularis atau altocumulus lenticularis. Awan ini terbentuk akibat adanya pusaran angin di puncak," tulis Sutopo dalam akun instagramnya, @sutopopurwo.
Sutopo menyampaikan, fenomena itu merupakan fenomena biasa dan pernah dialami oleh puncak gunung lainnya.
"Ini fenomena alam biasa saja. Beberapa gunung pernah mengalami hal yang sama. Tergantung dinamika atmosfer lokal," katanya.
• Ramalan Zodiak Hari Ini 9 Maret 2019 - Libra Siap-siap Bertemu Belahan Jiwa, Gemini Akan Beruntung !