Jokowi Targetkan Terowongan Pengendali Banjir Citarum Rampung Akhir 2019

Jokowi berharap terowongan yang dibuat sejak November 2017 ini dapat mengatasi banjir yang ada di Kabupaten Bandung.

Editor: Ardhi Sanjaya
Kompas.com
Tampak Outlet Terowongan Nanjung dengan sungai Citarum di Curug Jompong Desa Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung. Rencananya terowongan dengan panjang 230 meter ini akan rampung Desember 2019 ini(KOMPAS.com/AGIEPERMADI) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Presiden Joko Widodo menargetkan Terowongan Nanjung di Curug Jompong, Desa Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung rampung pada Desember 2019.

"Ini yang satu sudah rampung, yang satu sudah separuh lagi, akhir tahun ini selesai. Hingga nanti musim hujan berikut sudah terlihat fungsi dari terowongan ini," kata Jokowi saat memantau terowongan kembar untuk tol air tersebut, Minggu (10/3/2019).

Menurut Jokowi, terowongan ini sebetulnya sudah direncanakan dan dikaji sejak 15 tahun lalu.

Namun Pemerintah Kabupaten Bandung maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak mampu untuk membangunnya.

Sampai akhirnya pembangunan terowongan terealisasi setelah diambil alih pemerintah pusat.

"Karena yang pertama di kabupaten sendiri tak punya kemampuan untuk mengerjakan ini, baik di kabupaten maupun provinsi. Kalau enggak diambil alih (pemerintah) pusat, enggak mungkin ini akan bisa dilaksanakan," ujar Jokowi.

Jokowi berharap terowongan yang dibuat sejak November 2017 ini dapat mengatasi banjir yang ada di Kabupaten Bandung.

"Sekarang dalam proses, kami kerjakan Terowongan Nanjung ini sepanjang 230 meter, dua terowongan. Kami harapkan dapat mengatasi banjir yang ada di Bandung, utamanya (banjir) di Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang ini bisa terkurangi dengan adanya terowongan ini," harapnya.

Sementara itu, Direktur Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Hari Suprayogi mengatakan, Terowongan Nanjung merupakan salah satu dari sistem pengendalian banjir Sungai Citarum.

Menurutnya, saat ini progres pembangunan terowongan yang memiliki diameter delapan meter itu sudah mencapai 22 persen, dengan rincian pembangunan terowongan di sebelah kanan sudah mencapai 97 meter dan terowongan sebelah kiri mencapai 100 meter dari panjang masing-masing seluruhnya mencapai 230 meter.

"Terowongan ini nantinya untuk mempercepat aliran ke hilir dan juga untuk menambah kapasitas pengaliran sehingga pada debit banjir di 50, dia bisa meningkatkan debit yang lewat dari 570 (meter kubik per detik) menjadi 640 meter kubik per detik, sehingga diharapkan aliran mengakibatkan lebih cepat dan bisa menurunkan tinggi muka air ke arah hilir," katanya.

Secara teknis, nantinya aliran air Sungai Citarum akan terbagi menjadi dua, satu mengalir ke aliran Sungai Citarum lama, sebagian lagi melalui terowongan ini.

"Nanti akan membagi aliran, nanti saat banjir sehingga pada Q 50 (debit untuk desain banjir 50 tahun) kira-kira nanti 200 (meter kubik air) akan tetap mengalir dari Sungai Citarum yang lama yang melewati Curug Jompong, mengalir di sini (Terowongan Nanjung) adalah 440 (meter kubik air), sehingga total 640 (meter kubik air) yang akan mengalir," tuturnya.

Hari berharap, Desember 2019 pengerjaan terowongan bisa segera rampung.

"Sehingga nanti akan bersama-sama dengan sistem pengairan banjir berkontribusi untuk menurunkan muka air di Citarum dan mempercepat aliran ke arah hilir," jelasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jokowi Targetkan Terowongan Pengendali Banjir Citarum Rampung Akhir 2019"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved