Kereta Anjlok di Bogor

Cerita Masinis Saat Kereta Anjlok, Sengaja Tidak Lari Sebelum Terjadi Kecelakaan

Peristiwa kecelakaan kereta anjlok Commuter Line KA 1722 membuat belasan orang harus dilarikan ke rumah sakit.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Kondisi terkini di lokasi kereta anjlok di Kebon Pedes, Tanahsareal, Kota Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, TANAHSAREAL - Peristiwa kecelakaan kereta anjlok Commuter Line KA 1722 membuat belasan orang harus dilarikan ke rumah sakit.

Namun saat ini 19 korban tersebut 14 diantaranya sudah kembali pulang ke rumah.

Dua orang penumpang, crew kereta dan satu orang masinis masih dirawat.

Saat kejadian tersebut, Yacub Agung (31) masinis yang mengendalikan kereta tetap berada di dalam kabin masinis.

Manager Humas PT KAI Daop 1 Edy Kuswoyo mengatakan bahwa masinis tetap mengendalikan kereta saat peristiwa tersebut terjadi.

"Masinis kan bertugas mengendalikan kereta dan dia tetap berada di dalam, Iya enggak (tidak lari) karena dia tetap mengendalikan dan ada di dalam," katanya Senin (11/3/2019).

Hingga saat ini belum diketahui penyebab pasti kecelakaan kereta karena anjlok dan ke luar lintasan.

Namun hingga peristiwa itu terjadi masinis tetap berada di dalam kereta.

Dari informasi yang dihimpun TribunnewsBogor.com sang masinis pun dievakuasi warga dalam kondisi tidak sadarkan siri di dalam kabin masinis.

Sang masinis berhasil di evakuasi lantaran pintu kabin yang menghadap ke arah langit saat peristiwa itu terjadi.

Sementara itu Vice Presiden Komunikasi PT KCI Eva Chairunisa mengatakan bahwa kondisi masinis sudah berlangsung pulih.

"Kondisinya saat ini sudah berlangaung pulih dan kedua penumpang kemungkinan jima sudah membaik hari ini audah diperbolehkan pulang," katanya

Terkait masinis yang tetap berada di dalam kabin masinis hal itu merupakan dedikasi dari seorang masisnis saar menjalankan tugasnya.

Karena seorang masinis bertanggung jawab dengan ribuan penumpang yang berada di dalam kereta.

Padahal jika mau dan bisa seorang masinis bisa menyelamatkan diri dengan melompat atau meninggalkan kabin masinis saat terjadi kecelakaan.

"Iya betul, Iya karena masinis kan memegangng ribuan nyawa (tanggung jawa) penumpang, dia pasti komit akan berusaha tetap mengendalikan krl nya," ujarnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved