Hasil Penelitian: Gemuk Seperti Penyakit Menular, Berat Tubuh Akan Naik Bila Dikelilingi Orang Gemuk

Peneliti menyatakan hal tersebut sebab secara statistik, epidemi obesitas mirip dengan penyebaran penyakit menular.

Hasil Penelitian: Gemuk Seperti Penyakit Menular, Berat Tubuh Akan Naik Bila Dikelilingi Orang Gemuk
Banjarmasinpost.co.id/fatturahman
ILUSTRASI - Titi Waty alias Sintia (37) warga Jalan G Obos XXV penderita obesitas yang hanya bisa berbaring dan tengkurap di rumahnya selama enam tahun akibat obesitas. Bobot tubuhnya mencapai 350 kilogram sehingga membuat badannya seperti wanita raksasa. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Beberapa waktu belakangan ini publik di kejutkan dengan kasus orang yang memiliki obesitas.

Seperti kasus Titi Wati (37), wanita asal Palangkaraya, Kaliamantan Tengah yang menderita obesitas dengan perkiraan bobot 220 Kg.

Ada fakta mengejutkan soal penyakit obesitas ini.

Peneliti menyatakan hal tersebut sebab secara statistik, epidemi obesitas mirip dengan penyebaran penyakit menular.

Menurut peneliti, saat berada di sekeliling orang obesitas, kita berisiko meningkatkan indeks massa tubuh kita (BMI).

Bukti tersebut didapatkan dari sebuah studi di pangkalan militer Amerika Serikat di mana obesitas "menular" pada orangtua maupun anak-anak.

Ashlesha Datar dari Universitas Southern California dan Nancy Nicosia dari RAND Corporation meneliti data milik Military Teenagers' Environments, Exercise, and Nutrition Study (M-Teens).

Pelaku Pembunuhan Ibu Kandung di Gresik Santai Ditanya Polisi, Rozikin : Biasa Saja,Tidak Menyesal

Tribun WIKI- Pengakuan Soeharto Soal Supersemar Hingga Mantan Ajudan Ungkap Soekarno merasa Dikerjai

Data berasal dari 1.111 remaja dan 1.300 orang tua yang pernah tinggal di salah satu dari 12 pangkalan militer di Amerika Serikat.

Angka kejadian obesitas bervariasi dan merata di seluruh pangkalan, antara 21 persen di El Paso County, Colorado sampai 38 persen di Vernon County, Louisiana.

Pengukuran BMI pada orang tua dan remaja menunjukan sekitar seperempat remaja dan tiga perempat orang dewasa dikategorikan mengalami kelebihan berat badan.

Titi Wati alias Sintia (37) warga Jalan G Obos XXV Gang Bima, yang dikenal dengan wanita tergemuk di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Jumat (11/1/2019) pagi ini di evakuasi dari rumah kontrakannya ke RS Doris Sylvanus Palangkaraya.
Titi Wati alias Sintia (37) warga Jalan G Obos XXV Gang Bima, yang dikenal dengan wanita tergemuk di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Jumat (11/1/2019) pagi ini di evakuasi dari rumah kontrakannya ke RS Doris Sylvanus Palangkaraya. (Banjarmasin Post/faturahman)

Peneliti menemukan, anggota keluarga militer akan memiliki BMI lebih tinggi saat ditugaskan ke pangkalan militer dengan tingkat obesitas yang lebih tinggi.

Lingkungan budaya tempat pangkalan berada atau ikatan sosial dengan keluarga di luar pangkalan militer juga mempengaruhi.

Terkagum saat Reino Barack Jadi Imam Sholat Ibunya, Syahrini Ungkap Kebiasaan Suami Setiap Subuh

Beda Reaksi Arsy Hermansyah saat Bertemu Syahrini dan Luna Maya, Acio Pasang Ekspresi Datar ke Inces

Remaja yang tinggal di sekitar pangkalan selama lebih dari 2 tahun juga cenderung memiliki BMI lebih tinggi.

Makalah yang terbit di JAMA Pediatrics, mengungkapkan bahwa penelitian di pangkalan militer ini menjadi cara cerdas untuk mengatasi masalah seleksi subyek penelitian tentang penularan obesitas yang sering ditemui peneliti.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa lingkaran sosial kita berperan kuat dalam menentukan kebiasaan hidup sehat atau tidak sehat, serta menunjukkan cara meningkatkan kesehatan masyarakat kita. (Intisari)

Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved