KPU RI Akui Kepintaran Penebar Hoaks

Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan menilai pihak-pihak yang sengaja membuat dan menyebar hoaks cukup pintar memilih isu.

KPU RI Akui Kepintaran Penebar Hoaks
Danang Triatmojo
Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan menilai pihak-pihak yang sengaja membuat dan menyebar hoaks cukup pintar memilih isu.

Sebab mereka sengaja menyerang langsung dengan tikaman tepat di ulu hati para penyelenggara Pemilu.

"Suka tidak suka, mau tidak mau ada upaya sistematis untuk memproduksi hoaks. Dan hoaks itu dibuat langsung menikam ulu hati penyelenggara Pemilu. Pihak-pihak yang membuat hoaks ini cukup pintar, langsung menikam," kata Wahyu dalam diskusi FMB 9, di Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Senin (11/3/2019).

Merespon segala upaya produksi hoaks ini, KPU berembuk bersama Bawaslu RI mengambil sikap tegas dengan melaporkan setiap informasi palsu yang meresahkan publik ke kepolisian.

Tujuannya, selain mencegah adanya pembiaran terhadap oknum yang sengaja menebar informasi bohong itu, KPU juga mau menghadirkan efek jera bagi penyebarnya.

"Kenapa? Karena kalau kita mendiamkan sama saja kita menumbuhkembangkan hoaks," jelas Wahyu.

Salah satu contoh pelaporan hoaks ke kepolisian ialah pada kasus tujuh kontainer yang diduga masing-masing berisi 10 juta surat suara yang sudah tercoblos untuk paslon 01 Jokowi-Ma'ruf.

Sebab menurutnya, kehadiran informasi simpangsiur di tengah masyarakat berdampak pada kerugian para calon pemilih karena mendapat informasi yang belum tahu kejelasannya.

Maka sudah menjadi tugas dan tanggung jawab bersama bagi KPU, Bawaslu dan pihak pemerintah untuk memberikan informasi benar atau mengklarifikasinya.

"Masyarakat juga terancam karena mendapat informasi tidak benar, KPU, Bawaslu, Pemerintah bertanggung jawab memberikan informasi yang benar," pungkasnya.(*)

(Tribunnews.com, Danang Triatmojo) 

Editor: Damanhuri
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved