Jangan Berlarut dengan Patah Hati, Ini Tips Jitu dari Psikolog Agar Cepat Move On

Menurutnya, inilah yang membuat banyak orang masih terobsesi dengan mantan kekasih seolah-olah mereka adalah obat yang telah dihilangkan.

Jangan Berlarut dengan Patah Hati, Ini Tips Jitu dari Psikolog Agar Cepat Move On
sahranews
ilustrasi patah hati 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Berpisah dengan orang yang kita cintai memang menyakitkan.

Namun, terkadang kisah asmara memang tak selalu berakhir bahagia. Ya, putus cinta sangat menyakitkan.

Bahkan, dalam beberapa kasus bisa berakibat depresi.

Seorang psikolog bernama Guy Winch, mengatakan, berpisah dengan orang yang kita cintai bisa mempengaruhi diri kita jauh lebih parah daripada yang kita sadari.

Menurutnya, putus cinta dapat mengaktifkan mekanisme yang sama pada otak, persis seperti yang terjadi ketika pecandu mengalami penarikan atau putus obat dari zat kokain atau opioid.

Putus obat adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan sindrom dari efek yang disebabkan oleh penghentian pemberian obat.

Pecandu yang mengalami gejala putus obat akan merasakan sakit dan dapat menunjukkan banyak gejala, seperti sakit kepala, diare atau gemetar (tremor).

Nah, kesamaan ini pun telah dibuktikan lewat studi pemindaian MRI otak fungsional.

4 Arti Jerawat Berdasarkan Letaknya, Mulai dari Dagu hingga Punggung

"Dengan kata lain, cinta itu membuat ketagihan, dan patah hati menyebabkan kita mengalami reaksi serupa putus obat yang kuat," ucapnya.

Menurutnya, inilah yang membuat banyak orang masih terobsesi dengan mantan kekasih seolah-olah mereka adalah obat yang telah dihilangkan.

Halaman
1234
Editor: Vivi Febrianti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved