Tribun Wiki

TRIBUN WIKI - Pahlawan Berparas Tampan Asal Kota Bogor, Gugur Jelang Hari Pernikahan

Diusianya yang masih menginjak umur 12 tahun, Tijan Bin Haji Syairin sudah berani ikut berjuang melawan penjajah yang menduduki kawasan Bogor

TRIBUN WIKI - Pahlawan Berparas Tampan Asal Kota Bogor, Gugur Jelang Hari Pernikahan
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Tijan Bin Syairin, pejuang asal Kota Bogor yang gugur di usia 18 tahun 

Menurut Rodiah, Kakak Kelimanya itu memiliki jiwa sosial dan keberanian yang kuat.

Meski sudah diperingatkan untuk tidak ikut berperang karena usianya yang masih remaja, namun Tijan tetap ikut dalam peperangan melawan penjajah khusunya tentara Nica pada masa itu.

"Bapak sama ibu sudah berapa kali bilang tapi ia (Tijan) selalu ingin ikut, awalnya itu umur 12 tahun dia mulai ikut berrempur, bahkan dia itu pernah sampai mencuri senjata hasil peperangan," katanya.

Rodiah menambahkan selain menggunakan bambu runcing, Tijan juga berperang meggunakan sejata yang diambilnya dari tentara penjajah biasanya usai mendapat senjata Tijan menyimpannya di rumah, bahkan menurut Rosidah pernah sewaktu waktu saat ada Belanda menggeledah orangtuanya sempat ketakutan karena adanya senjata di dalam rumah.

Ada banyak kenangan yang tersimpan di memori keluarga tentang sosok pahlawan tampan asal Kota Bogor itu namun yang paling membekas adalah kenangan tentang apa yang dilakukan Tijan sebelum meninggal.

Ketika itu sebelum berangkat, menurut Rodiah Tijan sempat membagikan pakain miliknya kepada sahabatnya.

Tijan juga meninggalkan pesan kepada temannya agar jangan meninggalkan shalat.

Namun rupanya apa yang dilakukan Tijan itu adalah hari terakhir dia bertemu dengan para sahabat dan keluaganya.

"Iya temannya juga enggak nyangka kalau Tijan akan tewas, karena waktu itu dia hanya bilang akan pergi tapi enggak bilang mau kemana, dia cuma bilang mau pergi dan tidak usah dicari, tapi rupanya waktu di daerah Gunung Putri, Tijan tewas diberondong peluru oleh tentara NICA, ada sekitar 18 peluru dia juga sempat diinjak, waktu itu temannya melihat ada tentara dan langsung bersembunyi, Tijan sudah diperingatkan tapi dia tidak tau dan akhirnya tertangkap an di tembak, mungkin memang sudah diincar oleh penjajah," kenang Rosidah sambil sesekali mengusap matanya.

Menurut cerrita Rodiah saat itu Tijan memiliki satu orang kekasih yang akan dinikahinya.

Halaman
123
Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved