Gunung Merapi Luncurkan Lava Pijar, Status Waspada, Radius 3 Km Dilarang Mendekat

Guguran ini termati dari CCTV mengarah ke hulu Kali Gendol, dengan jarak luncur maksimum 900 meter

Editor: Vivi Febrianti
TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI GHOZALI
LAVA PIJAR GUNUNG MERAPI - Luncuran lava pijar Gunung Merapi terlihat dari bukit Klangon, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (7/2/2019) malam. Berdasarkan data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) pada 7 Februari 2019 pukul 00.00-24.00 WIB telah terjadi guguran sebanyak 136 kali dan satu kali guguran awan panas pada gunung tersebut, dengan status Waspada level II. TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM — Gunung Merapimengeluarkan tiga kali  guguran lava pijar pada Senin (18/3/2019).

Guguran ini termati dari CCTV mengarah ke hulu Kali Gendol, dengan jarak luncur maksimum 900 meter.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta Hanik Humaida dalam laporan aktivitas Gunung Merapi periode pengamatan Senin pukul 00.00 WIB-06.00 WIB, mengatakan, terjadi tiga kali guguran lava pijar.

"Dari CCTV teramati guguran lava pijar sebanyak tiga kali," ujar Hanik, Senin.

Dalam periode pengamatan tersebut, tercatat 26 gempa guguran. Amplitudo 2 mm-55 mm dengan durasi 14.5 detik-92.9 detik.

BPPTKG Yogyakarta masih menetapkan tingkat aktivitas Gunung Merapi pada level II atau waspada.

"Radius 3 km dari puncak Gunung Merapi agar dikosongkan dari aktivitas penduduk," ujar dia.

Kegiatan pendakian Gunung Merapi untuk sementara tidak direkomendasikan kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana. 

Masyarakat agar tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved