OTT KPK

Romahurmuziy Minta Kasus yang Menjeratnya Tak Dikaitkan dengan PPP

Romy terjerat dalam kasus dugaan suap terkait seleksi jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur.

Romahurmuziy Minta Kasus yang Menjeratnya Tak Dikaitkan dengan PPP
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ketua Umumm PPP Romahurmuziy atau yang akrab disapa Romy keluar gedung KPK Jakarta memakain rompi tahanan usai diperiksa oleh penyidik, Sabtu (16/3/2019). Romahurmuziy ditahan oleh KPK usai ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan suap seleksi jabatan di Kementerian Agama. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy menegaskan, kasus dugaan korupsi yang menjeratnya murni urusan pribadinya.

Sehingga ia tak ingin kasus ini dikaitkan dengan partainya. Hal itu ia ungkapkan saat akan menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (22/3/2019).

"Begini, apa yang saya hadapi ini bukan urusan PPP, yang saya hadapi adalah urusan pribadi. Karena ini memang bukan dalam kapasitas saya sebagai ketua umum," kata politisi yang akrab disapa Romy itu.

Di sisi lain, Romy juga enggan berkomentar apapun terkait kasusnya.

Ia hanya ingin menyampaikan keterangannya kepada penyidik KPK.

Ia berjanji akan terus kooperatif selama menjalani proses hukum.

"Saya akan sangat kooperatif dan menjelaskan semua persoalan ini kepada KPK. Agar mereka mendapat perspektif yang terang dan tidak ada yang ditutupi dan mereka juga akan permudah untuk segera menyelesaikan pemberkasan kasus," ujarnya.

Romy terjerat dalam kasus dugaan suap terkait seleksi jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur.

Dalam kasus ini, Romy diduga menerima uang dengan total Rp 300 juta dari dua pejabat Kemenag di Jawa Timur.

Mereka adalah Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muafaq Wirahadi.

Uang itu diduga sebagai komitmen kepada Romy untuk membantu keduanya agar lolos dalam seleksi jabatan di wilayah Kemenag Jawa Timur.

Romy dianggap bisa memuluskan mereka ikut seleksi karena ia dinilai mampu bekerja sama dengan pihak tertentu di Kemenag.

Pada waktu itu, Haris melamar posisi Kakanwil Kemenag Jawa Timur.

Sementara itu, Muafaq melamar posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Romahurmuziy Minta Kasus yang Menjeratnya Tak Dikaitkan dengan PPP"

Editor: Ardhi Sanjaya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved