Brunei Darussalam Dikabarkan Bakal Terapkan Hukum Rajam Sampai Mati Pelaku LGBT

Sekarang pemerintah Brunei Darussalam berencana menerapkan perubahan, yang akan membolehkan hukuman cambuk dan rajam sampai mati

TribunnewsBogor.com/Ardhi Sanjaya
Stiker tanda Lesby Gas Besex and Transgender (LGBT) tersebar di setiap tiang di pendestrian Jalan Kapten Muslihat, Bogor Tengah, Kota Bogor. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Brunei Darussalam akan menerapkan hukum baru yang mulai diberlakukan pekan depan.

Hukuman baru ini memungkinkan dijatuhi hukuman cambuk dan bahkan dirajam sampai mati untuk seseorang yang terlibat hubungan seksual sesama jenis alias LGBT.

Kelompok hak asasi manusia telah mendesak Brunei Darussalam untuk tidak menerapkan hukuman tersebut.

Perilaku homoseksual dinyatakan ilegal dan pelakunya bisa dihukum penjara sampai 10 tahun di negara kecil di Pulau Kalimantan tersebut.

Namun, hukuman rajam akan menjadikan Brunei Darussalam negara pertama di Asia yang menerapkan Hukuman Mati bagi homoseksual.

Brunei menjadi negara pertama di Asia yang menerapkan Hukum Syariah pada 2014 di mana diterapkan hukuman terhadap mereka yang hamil di luar nikah atau magkir shalat Jumat.

Hukum baru itu harus melewati tiga tahapan.

Namun Brunei Darussalam belum menerapkan dua tahapan lain setelah adanya kecaman internasional di 2014 termasuk pemboikotan terhadap Hotel Beverly Hills di Amerika Serikat yang dimiliki keluarga kerajaan Brunei.

Bukan Gara-gara Galau Ingat Mantan, Ini Alasan Luna Maya Luapkan Emosi saat Nyanyi Lagu Nike Ardilla

Video Tim Jaguar Temukan Jailangkung di Rumah Kosong, Banyak Kertas Ujian Nasional & Foto Wanita

Sekarang pemerintah Brunei Darussalam berencana menerapkan perubahan, yang akan membolehkan hukuman cambuk dan rajam sampai mati bagi warga yang dinyatakan bersaalah melakukan hubungan seksuial sesama jenis, perzinahan, tindakan sodomi, dan pemerkosaan.

Hukum baru ini menurut rencana akan mulai diberlakukan pada 3 April mendatang.

Halaman
123
Editor: khairunnisa
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved