Breaking News:

Pembunuhan Pendeta

Terungkap! Pelaku yang Bunuh Calon Pendeta Cantik Juga Lakukan Hal Biadab ke Gadis Umur 11 Tahun

Bahkan, gadis kecil berinsial NP (11) ini sampai pingsan karena kelakuan biadab pelaku bernama Nang (20) dan Hendri (18).

SHINTA/TRIBUNSUMSEL.COM
Tersangka Hendri dan Nang, dua tersangka pembunuh calon pendeta Malinda Zidemi saat rilis kasus di Polda Sumsel, Jumat (29/3/2019). 

"Masih berada di RS Bhayangkara untuk pemulihan kondisi mereka. Kedua tersangka masih di RS Bhayangkara, agar kondisinya bisa pulih," ujarnya.

Setelah pihak RS Bhayangkara Palembang menyatakan kedua kondisi sudah pulih, nanti kedua tersangka baru dibawa ke Polres OKI untuk proses hukum lebih lanjut.

 Cerita Kapolres OKI Tangani Kasus Pembunuhan Calon Pendeta Melindawati Zidoni

Saat rilis kemarin, kedua kondisi tersangka memang sangat lemah. keduanya mengalami luka tembak di kedua kakinya.

Keduanya juga dihadirkan dengan duduk di kursi roda dengan infus yang masih tertancap di tangan.

Terancam Hukuman Mati

Dua tersangka yang terancam hukuman mati yakni Nang dan Hendri lantaran membunuh calon pendeta Melinda Zidemi dengan cara keji

Seperti diketahui, calon pendeta Melinda Zidemi ditemukan tewas mengenaskan dan jasadnya ditemukan di areal PT PSM Divisi 3 Blok F19 Dusun Sungai Baung, Desa Bukti Batu Kecamatan Air Sugihan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan pada Selasa (26/3/2019) lalu

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara pada Jumat (29/3/2019) menggelar rilis pengungkapan kasus pembunuhan calon pendeta Melinda Zidemi di Polda Sumsel.

Konferensi pers pembunuh calon Pendeta Melinda Zidemi, Jumat (29/3).
Konferensi pers pembunuh calon Pendeta Melinda Zidemi, Jumat (29/3). (Kolase Tribun Bogor/Tribun Sumsel)

Keduanya pelaku dihadirkan namun keduanya duduk di kursi roda karena kakinya kena luka tembak timas panas polisi.

Irjen Pol Zulkarnaen Adhinegara menegaskan penyidik yang menangani kasus pembunuhan Melinda Zidemi akan menjerat tersangka dengan pembunuhan berencana.

Menurutnya, tersangka terancam hukuman mati karena telah melakukan aksi sadis kepada korban.

Tak hanya itu, kata dia, tersangka juga membawa karet ban untuk mencekik korban hingga akhirnya meninggal dunia.

"Ada unsur perencanaan karena keduanya sempat menyiapkan karet ban. Pembunuhan berencana terancam hukuman mati," katanya dilansir TribunnewsBogor.com dari tribun Sumsel.

Konferensi pers pembunuh calon Pendeta Melinda Zidemi, Jumat (29/3). (SHINTA/TRIBUNSUMSEL.COM)
Kapolda menjelaskan, setelah dilakukan otopsi korban tidak mengalami perkosaan.

Menurutnya, kedua tersangka urung memerkosa korban karena saat itu korban sedang haid atau datang bulan.

Ia mengungkapkan, hal tersebut berdasarkan hasil otopsi tim dokter yang tidak menemukan bekas persetubuhan.

Namun, tersangka sempat melakukan pencabulan terhadap korban.

"Melalui pemeriksaan otopsi ditemukan bahwa tidak ada persetubuhan. Tersangka memang melakukan pencabulan dengan memasukkan tangannya ke (maaf) alat vital korban," katanya.

Penulis: Damanhuri
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved