Pilpres 2019

Ditantang Pendukung Prabowo, Yunarto Wijaya Siap Pindah Negara Jika Jokowi Kalah di Pilpres 2019

Yunarto Wijaya menerima tantangan Pendukung Prabowo Subianto untuk pindah negara jika Jokowi kalah, namun pendukung 02 juga harus melakukan hal sama.

Ditantang Pendukung Prabowo, Yunarto Wijaya Siap Pindah Negara Jika Jokowi Kalah di Pilpres 2019
Kolase Kompas.com
Yunarto Wijaya dan Prabowo Subianto 

Alih-alih mengingatkan Yunarto Wijaya, ia menyarankan agar Direktur Charta Politika itu pindah ke China atau Korea Utara.

Namun ia tak menjawab tantangan Yunarto Wijaya sebagai syarat taruhan tersebut.

Tiba di Pontianak, Sandiaga Uno Disambut Puisi Munajat 212

Beredar Video Gus Mus Komentari Maruf Amin Tak Waras, Padahal Ini Fakta Sebenarnya

Ia tak menyanggupi, kalau dirinya juga akan pindah negara jika Prabowo yang kalah.

"Catat yg tak,pkknya jae kalah ente pindah ke negeri komunis mau china atau korut," katanya.

Yunarto Wijaya pun menegaskan Tweet yang sebelumnya.

"Berlaku buat anda juga ya? serius kita jadikan ini bukti... saya serius...," katanya menegaskan.

Tantangan itu pun disanggupi pemilik akun tersebut.

"Ok tak deal ya

China atau Korut ya," tulisnya.

Yunarto Wijaya ditantang pindah negara jika Jokowi kalah
Yunarto Wijaya ditantang pindah negara jika Jokowi kalah (Twutter/@yunartowijaya)

Yunarto Wijaya pun menyetujui taruhan itu.

"Sip... Screenshot sudah...," tulisnya.

Sementara itu Yunarto Wijaya hanya tertawa saat dikonfirmasi TribunnewsBogor.com, Selasa (2/4/2019).

“Haha ngapain ginian dijadiin berita,” katanya melalui pesan WhatsApp.

Ia pun tampaknya hanya menanggapi tantangan tersebut dengan candaan.

Ia malah menginformasikan soal rencana dirinya yang akan merilis survei terbaru jelang Pilpres 2019.

Jelang Tengah Malam, Jokowi Lanjutkan Kampanye di Sorong Papua

Sebut Ada yang Menuduh Dirinya Dukung Khilafah, Prabowo : Mau Saya Sebut Namanya?

Survei Charta Politika

Survei terbaru Charta Politika 1-9 Maret 2019 menunjukkan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin masih lebih unggul dibanding pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Jokowi-Ma'ruf Amin dipilih oleh 53,6 persen responden.

Sementara responden yang memilih Prabowo-Sandi sebesar 35,4 persen.

Sisanya sebanyak 11 persen responden menjawab tidak tahu atau tidak menjawab.

"Jokowi-Ma'ruf masih unggul dengan selisih 18,2 persen," kata Yunarto saat merilis hasil survei di kantornya di Jakarta, Senin (25/3/2019).

Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya mengatakan, angka elektabilitas kedua pasangan calon ini cendrung stagnan sejak survei bulan Oktober 2018 dan Januari 2019.

Menurut dia, stagnansi ini terjadi karena pendukung fanatik kedua pasangan calon yang sudah terbelah sejak pemilihan presiden 2014 lalu.

Taruhan Pindah Negara Batal, Pendukung Prabowo Hapus Akun Twitternya, Yunarto Wijaya: Payah

Selain itu, masa kampanye yang panjang juga membuat masyarakat jenuh.

"Mau ada gelombang tsunami apapun susah untuk merubah angka ini," kata Yunarto.

Yunarto menilai dalam sisa waktu kampanye kurang dari satu bulan ini maka Prabowo-Sandi harus melakukan akselerasi untuk meningkatkan perolehan suara mereka jika ingin keluar sebagai pemenang.

Sementara pekerja rumah bagi Jokowi-Ma'ruf adalah bagaimana mempertahankan para pemilih mereka.

Survei ini dilakukan melalui wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner terstruktur.

Jumlah sampel sebanyak 2000 responden yang tersebar di 34 provinsi.

Survei menggunakan metode acak bertingkat dengan margin of error plus minus 2,19 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.*

Penulis: Vivi Febrianti
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved