Hasil Identifikasi KNKT soal Kecelakaan KRL di Bogor, Kondisi Rel Kebon Pedes Jadi Penyebabnya

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan bahwa penyabab anjloknya KA 1722 bisa disebabkan oleh beberapa faktor.

Hasil Identifikasi KNKT soal Kecelakaan KRL di Bogor, Kondisi Rel Kebon Pedes Jadi Penyebabnya
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nuhroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih terus melakukan investigasi terkait faktor-faktor penyebab anjloknya Kereta Rel Listrik (KRL) KA 1722 relasi Jatinegara - Bogor pada pada Minggu (10/3/2019) sekitar pukul 10.15 WIB.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan bahwa penyabab anjloknya KA 1722 bisa disebabkan oleh beberapa faktor.

Namun salahsatu pebab kecelakaan yang berhadil ditemukan oleh KNT adalah karena kondisi rel.

"Kecelakaan itu tidak ada yang single faktor salah satu faktor yang kita temukan perlintasan itu jalan menuju rel itu menurun nah disitu ketika hujan air itu masuk ke tubuh rel disitu terlihat ada 'gejrotan' diperbaiki dua bulan jebol lagi, dua bulan jebol lagi," katanya saat ditemui di Stasiun Bogor usai rapat kordinasi gangguan KRL, Kamis (4/4/2019).

Soerjanto menjelaskan bahwa ketika kondisi rel itu tergerus air maka akan ada yang namanya gejrotan atau penahan beban yang kosong.

Akibatnya ketika kereta merlintas seperti ada kekosongan pada lintasan rel.

Kereta rel listrik (KRL) commuter line mengalami anjlok di jalur rel Kebon Pedes, Kota Bogor, Minggu (10/3/2019).(KOMPAS.com / Ramdhan Triyadi Bempah)
Kereta rel listrik (KRL) commuter line mengalami anjlok di jalur rel Kebon Pedes, Kota Bogor, Minggu (10/3/2019).(KOMPAS.com / Ramdhan Triyadi Bempah) (Kompas.com)

"Akibat itu kan terjadi namanya gejtrotan ketika pumping, atau ketika lewat (kereta melintas) gejtrot itu lumpurnya keluar, nah jadi didaerah kitu kan terjadi penurunan ketika kereta lewat itu turun, kaya mobil kena lubang itu ya memang harus diperbaiki," ujarnya.

Namun Soerjanto Tjahjono menjelaskan bahwa itu bukanlah penyebab utama anjloknya KA 1722.

Saat ini KNKT masih terus melakukan investigasi dan hasilnya akan dirilis dua minggu ke depan.

"Yang penting kita sudah mengindentifikasikan ada salah satunya kita tidak menyebutkan penyebab utama kecelakaannya tapi kita mengatakan salah satu kontribusi utamanya adalah masalah airn, kita masih bongkar saranannya kalau nanti kita temukan hal hal lain ya kita lihat, kita batasin (batasan waktu investigasi) mungkin kita tidak membuat report yang banyak tapi kita akan membuat sort report karena masih banyak yang lainnya, kemungkinan dalam waktu dua minggu sampai bulan ini, nanti kita taruh di web," ucapnya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved